< >

Masyarakat Kurdi Minta Pembongkaran Pangkalan Turki di Irak

Rabu, 27 Februari 2008 14:46
Kapanlagi.com - Masyarakat Kurdi Irak utara, yang mencakup parlemen daerah itu, minta ditutupnya pangkalan Turki yang telah berada di wilayah Irak selama lebih dari satu dasawarsa menyusul serangan tentara Turki terhadap pemberontak Kurdi.

Para komandan Kurdi telah mengundang militer Turki untuk mendirikan pangkalan di wilayah Irak di tengah pertempuran antara kelompok-kelompok Kurdi yang bersaing di Irak pada 1990-an ketika presiden Saddam Hussein masih berkuasa di Baghdad.

Nechirvan Barzani, perdana menteri pemerintah regional itu, mengatakan Minggu bahwa satu perjanjian yang berlaku sejak 1997 membolehkan Turki untuk memiliki empat pangkalan militer di wilayah Kurdi itu.

Namun Selasa, parlemen daerah itu menyetujui resolusi yang minta pada pemerintah daerah untuk minta ditutupnya pangkalan tersebut.

"Kami minta agar pemerintah Turki meninggalkan pangkalan yang didirikan di wilayah Kurdistan karena keadaan luar biasa yang wilayah itu alami sebelum jatuhnya bekas rezim tersebut," bunyi resolusi tersebut.

Parlemen daerah itu juga mengecam serangan yang tentara Turki lancarkan Kamis terhadap markas belakang pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang melancarkan serangan berdarah untuk memperoleh pemerintahan-sendiri di Turki tenggara sejak 1984.

Resolusi itu minta "pemerintah Amerika melindungi kedaulatan Irak dan langit di atas wilayah Kurdistan".

Ada ketegangan yang meningkat di sekitar keempat pangkalan di Narmeni, Girilok, Kanimasi dan Sircy itu sejak tentara Turki melintasi perbatasan.

Seorang pembantu penting pemimpin wilayah itu Massud Barzani mengatakan tentara telah meninggalkan pangkalan Barmeni, 45 Km di utara kota Dohuk, dalam sejumlah tank Kamis ketika serangan dimulai.

Pasukan Turki tidak memiliki izin dari pemerintah daerah itu dan pangkalan tersebut telah ditutup oleh milisi Kurdi peshmerga, kepala staf Barzani, Fuad Hussein, menambahkan.

Kamal Mohammed Abd al-Rahim, 55, mengatakan ia berada di antara peshmerga yang menghadapi pasukan Turki.

"Kami mengatakan pada mereka kami tidak mengizinkan anda untuk lewat dan anda dapat pergi hanya dengan melewati mayat kami yang tewas," katanya.

"Kami tidak menginginkan mereka tinggal di sini, tapi apa yang akan kami lakukan? Mereka harus dipaksa keluar oleh pemimpin Kurdi."

Warga setempat Abu Shihab membantah bahwa ada pemberontak PKK di daerah itu untuk tentara Turki kejar.

"Saya katakan mereka setan dan jika mereka mencari PKK...maka mereka tidak ada di sini," katanya.

Mekanik pertanian setempat, Yasin Ahmed, 37, menyampaikan permusuhan yang sama pada kehadiran pangkalan Turki.

"Ketika saya melihat tentara Turki berkeliling, saya merasa seperti saya melihat musuh. Saya ingin mereka pergi," kata Ahmed, yang dapat melihat pangkalan itu dari tempat kerjanya di puncak bukit.

"Kami takut mereka mungkin juga ikut serta dalam serangan itu dan menimbulkan gangguan lagi pada kami." (*/cax)