Blu-Ray Disc Invasi Pasar Indonesia
Kapanlagi.com - PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) telah meluncurkan produk baru mereka Aquos Blu-ray Disc Player untuk pasar Indonesia.Memang untuk saat ini teknologi blu-ray belum banyak dikenal di Indonesia, namun Sharp yakin bahwa 3 tahun kedepan mereka sanggup meraih 60% pasar blu-ray di negeri ini. Untuk memastikan target itu terpenuhi, Sharp menggandeng Disc Tarra yang sudah punya jaringan distribusi cakram digital yang kokoh sebagai mitra kerjanya. Langkah ini memang tepat mengingat Disc Tarra adalah pemegang lisensi pemasaran film-film blu-ray milik Sony Picture Home Entertainment dan Twentieth Century Fox Home Entertainment. Saat ini saja Sony sudah memproduksi sekitar 50 film berformat blu-ray dan rencananya akan ada sekitar 100 film berformat ini pada akhir 2008. Prototype blu-ray pertama kali dikenalkan pada pameran teknologi CEATEC tahun 2000 namun baru siap di lepas di pasar 6 tahun kemudian. Mampu menampung data sebesar 25 - 50 GB, kapasitas blu-ray yang hampir 2 kali lipat HD DVD atau lebih kurang 6 kali kapasitas DVD jelas mampu menghasilkan kualitas film yang lebih baik. Awalnya, blu-ray tidak terlalu banyak diminati dipasaran karena HD DVD yang dilepas hanya beberapa bulan lebih awal sudah merebut pangsa pasar lebih besar. Namun dengan di produksinya Sony Play Station 3 yang juga bisa berfungsi sebagai blu-ray disc player, pamor blu-ray mulai melonjak. Bahkan awal Januari kemarin, Warner Brothers mengumumkan bahwa mulai Mei mereka hanya akan merilis film berformat blu-ray dan menghentikan penggunaan format HD DVD. Sementara pihak Disc Tarra mengklaim bahwa sejak dipasarkan 2 bulan lalu, permintaan blu-ray disc terus meningkat. Wajar bila mengingat sebelumnya konsumen harus membelinya di luar negeri. Untuk saat ini memang harga blu-ray disc dan playernya masih cukup mahal, namun dalam waktu singkat kalangan menengah ke bawah diharapkan akan dapat menikmati high definition entertainment ini juga. Saat ini harga satu keping blu-ray masih berkisar Rp. 4000.000 dengan harga player sekitar Rp. 8 juta. (tec/roc) |