"Kalau program subsidi minyak goreng tidak perlu menunggu APBNP karena sudah ada anggarannya tahun lalu Rp 600 miliar. Kemarin Departemen Keuangan sudah janjikan lisan untuk bisa luncurkan (dana itu)," kata Mendag di sela-sela pasar murah minyak goreng di Kelurahan Kali Anyar, Jakarta Barat, Rabu.
Mendag berharap produsen minyak goreng juga terus melakukan tanggung jawab sosialnya dengan menjual minyak goreng murah.
Harga CPO di Rotterdam Selasa (26/2) mencapai US$1.250 per ton setelah sepanjang Februari harganya berkisar di atas US$1.000 per ton.
Pemerintah menetapkan kebijakan pembebasan PPN minyak goreng. Selain itu, pemerintah mengalokasikan dana subsidi Rp2.500 per liter untuk menekan harga minyak goreng dalam negeri yang berlaku untuk enam bulan. Total dana subsidi yang disediakan sebanyak Rp500 miliar.
Data Departemen Perdagangan per Selasa (26/2) menyebutkan harga rata-rata minyak goreng curah nasional Rp10.749 per kg, sedangkan pada Agustus 2007 hanya Rp9.200 per kg. Harga tertinggi terjadi di Jayapura yaitu Rp12.500 per kg dan yang terendah di kota Padang, Palembang dan Manado sebesar Rp10.500 per kg.
Mendag memperkirakan harga CPO dunia masih akan mengalami kenaikan. Meski demikian, pemerintah masih akan mempertahankan kebijakan yang sudah diambil.
"Pemerintah akan review terus kebijakannya. Kita akan terus melaksanakan apa pun untuk mengurangi beban masyarakat berpendapatan rendah,"jelasnya.
Untuk itu, Mendag mengatakan telah memantau harga dunia dan dalam negeri setiap hari serta melakukan koordinasi dengan produsen.
Terkait penyaluran subsidi minyak goreng, lanjut Mendag, pemerintah daerah telah siap untuk menyalurkan dana tersebut.
Kepala Sub Direktorat Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DKI Jakarta, Supeno mengatakan setiap minggu akan menyalurkan minyak goreng bersubsidi di 12 titik.
"Dari 267 kelurahan yang ada di Jakarta, rata-rata akan mendapat 13.500 liter untuk disalurkan selama 6 bulan,"katanya di sela-sela pasar murah minyak goreng merek Bimoli oleh PT Salim Ivomas Pratama.
Menurut dia, DKI Jakarta mengajukan dana subsidi untuk 3,6 juta liter minyak goreng. Tahun 2007 DKI hanya menyalurkan 100ribu liter minyak goreng.
"Tahun ini ada tujuh perusahaan," ujarnya.
Supeno mengungkapkan harga minyak goreng curah di Jakarta mencapai Rp10.800 per kg sedangkan yang kemasan Rp11.000 per liter.
Dengan adanya subsidi itu, masyarakat bisa memperoleh minyak goreng dengan harga Rp2.500 per liter lebih murah dibandingkan harga biasa. (*/rsd)