
"Kita akan membuat lagi film yang diangkat dari novel, tentunya dengan membuat beberapa variasi baru," ungkapnya.
Manoj mengatakan variasi baru yang dimaksud akan mempertimbangkan bagaimana kondisi pasar perfilman dan selera pasar yang ada sehingga tidak terpaku dengan film sejenis AAC saja.
"Variasi itu penting supaya film itu di pasaran tidak menurun lagi seperti pada tahun 90an di mana perfilman Indonesia jatuh," tambahnya.
Keinginan MD Entertainment untuk kembali menggarap cerita novel ke layar lebar, menurut Manoj, didasarkan pada film AAC yang mendapat tanggapan positif dari pecinta film Indonesia.
"Berdasarkan pengamatan saya ke sejumlah bioskop di Jakarta dan Bekasi ketika memutar AAC, kursi penonton selalu penuh bahkan dari penayangan pagi sampai malam selalu penuh. Karena itu saya yakin film ini mendapat tanggapan baik dari masyarakat," katanya.
Manoj mengakui ada kekecewaan dari pembaca novelnya ketika menyaksikan film AAC karena ada perubahan dan penambahan cerita bila dibandingkan novelnya. Menurut Manoj hal tersebut adalah bagian dari variasi agar film itu tetap menarik dan menghibur.
"Ke depan setelah film AAC kami akan kembali mengangkat kisah novel ke layar lebar, terutama kami akan menunggu karya Kang Abik (Habiburrahman, red) berikutnya," katanya.
Sebelum menggarap AAC, MD Entertainment juga pernah mengangkat novel Habiburrahman berjudul Di Atas Sajadah Cinta ke sinetron yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta. (*/boo)
Lihat Profil: Manoj Punjabi