Semburan gas yang terjadi Selasa (26/2), menimbulkan semburan api setinggi lima meter selama 13 jam, sebelum berhasil dipadamkan dengan upaya serius dari petugas PMK Sidoarjo pada petang harinya.
Informasi yang dihimpun, Rabu, menyebutkan, semburan gas yang berbau menyengat itu terjadi, Selasa (26/2), setelah kobaran api berhasil dipadamkan.
Tiba-tiba gas bau menyengat itu bergerak ke arah selatan sejauh 100 meter dari pusat api di bekas Pasar Buah Jatirejo, sehingga menyebabkan tujuh orang yang masih tinggal di sekitar lokasi tersebut, mengalami mual-mual dan pusing.
Ketujuh orang itu yakni putra pasutri Suiswan dan Istianingsih, Fella (5) serta Damar (10) putra pasangan Abbas dan Maria.
Selain itu, Siti Aminah (3), Suwardi (53), Saruni (57), Siti Syamsiah (50) yang juga Ketua RT 1, putri pasangan Ardi Kuniawan dan Aris Wijayanti bernama Silvin (40 hari).
Para korban langsung dilarikan ke RSUD Sidoarjo, karena kondisinya mengkhawatirkan. Setelah ditangani tim medis, lima orang menjalani rawat jalan, sedangkan dua lainnya menjalani rawat inap.
Namun, Siti kemudian sudah diperbolehkan pulang, karena mual-mualnya sudah mulai membaik. Sedangkan, Silvin masih rawat inap.
"Silvin masih tidak boleh pulang, karena suhu tubuhnya masih tinggi dan batuk-batuk," kata salah seorang perawat rumah sakit.
Warga RT-1/RW-1 mendesak pihak terkait membongkar rumah dan bengkel yang sempat menyemburkan api, agar gas tidak terkumpul di rumah itu dan menimbulkan bau menyengat, terutama di malam hari.
Humas BPLS, Zulkarnain mengemukakan, kejadian itu bisa saja akibat menghirup gas terbakar, apalagi telah ditemukan kadar "Low Explosive Limit" (LEL) sudah melampaui batas 100 persen.
Jika LEL sudah lebih dari 100 persen, masuk kondisi bahaya. Namun demikian penelitian ini masih perlu dikaji lagi, katanya. (*/rsd)