< >

Habitat Siamang Makin Terancam

Rabu, 27 Februari 2008 23:20
Kapanlagi.com - Populasi Siamang (Bilou/Hylobates Klossi) di hutan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, kini populasinya terus menurun dan terancam punah, karena habitatnya selalu diburu dan diperdagangkan di pasar gelap.

"Keberadaan satwa lucu itu kini menurun drastis di hutan Aceh. Selain perburuan liar, habibatnya juga hilang akibat penebangan dan pembukaan lahan baru," kata Deputi Direktur Institute Study of Social Development Strategy, Irwandi M Pante di Tapaktuan, Rabu.

Aceh Selatan merupakan salah satu wilayah populasi siamang. Satwa yang berbulu hitam pekat itu sering muncul di gunung tangga besi dan beberapa pegunungan lainnya di sekitar kota Tapaktuan.

Selain itu keberadaannya juga dapat ditemui di sekitar hutan di wilayah kecamatan Pasie Raja, Kluet Tengah, Kluet Timur, Bakonga, Trumon, Trumon Timur, Meukek dan Kecamatan Sawang.

Untuk mencegah punahnya satwa itu Ia berharap pemerintah menjadikan keberadaan siamang sebagai objek wisata dan riset sehingga mendatangkan manfaat bagi daerah tanpa harus mengganggu atau menangkap satwa tersebut.

Menurutnya, populasi satwa langka jenis Siamang di Pulau Sumatera kini terancam punah, selain dipelihara untuk kesenangan, dagingnya juga dikonsumsi oleh sebagian kecil manusia.

Sementara aksi perdagangan satwa itu Indonesia sangat sulit untuk dilacak, sebab aksi perdagangannya yang dilakukan oknum-oknum itu dilakukan secara rapi dan sembunyi-sembunyi.

"Kebanyakan Siamang asal Sumatera diekspor ke ke Singapura, Eropa dan beberapa negara Asia lainnya," katanya.

Siamang Sumatera penting dikonservasi untuk mempertahankan fungsi hutan, sebab siamang berperan membantu regenerasi hutan dengan cara mendistribusikan biji-bijian. (*/rsd)