Sarung Asal Jabar Tempus Pasar Myanmar
Kapanlagi.com - Ekspor produksi sarung asal Jawa Barat ke Myanmar cukup potensial sekaligus menjadi penyumbang yang signifikan dalam neraca perdagangan dengan negara tersebut. "Ekspor TPT Jabar ke Myanmar para 2007 mencapai Rp18 juta dolar AS, sebagian besar untuk komoditas sarung dan kain lembaran," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Adang Rohanda di Bandung, Kamis. Menurut Adang, ekspor produk TPT (tekstil dan produk tekstil) Jabar ke negara yang masih diguncang konflik dalam negeri itu diperkirakan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Ia menyebutkan, nilai dan transaksi ekspor ke Myanmar jauh lebih besar ketimbang ekspor komoditas serupa ke Kamboja. "Nilai ekspor ke Myanmar justru tiga kali lebih besar ketimbang ekspor ke Kamboja. Pasar TPT khususnya sarung di sana masih sangat terbuka," katanya. Ia menyebutkan, persaingan yang begitu ketat di pasar TPT mengharuskan para pengusaha dan stakeholder mencari peluang pasar dengan melakukan pendekatan terhadap karakteristik dan budaya masyarakat di negara tujuan ekspor. "Persaingan pemasaran TPT semakin ketat, selain Indonesia juga dengan barang-barang dari India, Cina, Korea, Jepang dan negara-negara lainnya," ucapnya. Lebih lanjut Adang menyebutkan, ekspor TPT Jabar saat ini menguasai sekitar 60 persen dari keseluruhan ekspor TPT Indonesia dengan negara tujuan ekspor Korea, Malaysia, Timur Tengah, Afrika sebagian Eropa serta beberapa negara lainnya. Upaya restrukturisasi permesinan telah dilakukan sejak setahun lalu dengan tujuan mengganti mesin-mesin yang telah usang dengan mesin yang baru sehingga meningkatkan produktivitas dan lebih berdaya saing dengan produk luar negeri. "Kendala utamanya saat ini, belum semua industri kuat melakukan restrukturisasi itu, sebagian masih menggunakan mesin lama sehingga daya saingnya terbatas," kata Adang Rohanda mengatakan. (*/lin) |