Juru bicara PKL yang juga Koordinator Masyarakat Madura Bersatu (Mabes), Nadiri Zaini, mengadukan penggusuran yang dilakukan Pemkot sambil mengejar gubernur yang hendak menuju mobilnya, namun gubernur mengatakan agar warga mengadu ke Walikota Surabaya, Bambang DH.
Nadiri yang didampingi Sekretarisnya Choirul Anam, kemudian bertemu dengan anggota Komisi D DPRD Jatim, Mudjahid Anshori di lobi dewan dan meminta dewan mendukung PKL.
Nadiri kepada wartawan mengatakan, kalau PKL di Gembong dan Pandegiling sangat menyesalkan penggusuran yang dilakukan Pemkot Surabaya, yang tidak disertai dengan solusi jelas.
"Para PKL berjualan di tempat tersebut sudah puluhan tahun, ada yang sudah sepuluh tahun, dua puluh tahun. Setelah kami bertanya ke DPRD Surabaya, katanya untuk penggusuran PKL di empat titik disediakan anggaran Rp4,6 miliar," katanya.
Nadiri mengemukakan, dirinya mendatangi DPRD Jatim untuk mengadu karena PKL sekarang dalam kondisi menangis dan resah. "PKL jangan semata dilihat melanggar, karena dia sudah memberikan kontribusi luar biasa pada daerah ini tanpa meminta bantuan Pemkot," katanya.
Menurut dia, PKL butuh hidup sehingga kalau salah perlu ditegur tidak dibiarkan sampai puluhan tahun. "PKL telah membayar retribusi dan sekarang digusur tanpa ada surat peringatan. Carikan lokasi yang cocok baru direlokasi," katanya.
Ribuan PKL akan turun ke jalan ke Pemkot Surabaya untuk menuntut hak-nya.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jatim, Yusuf Husni mengatakan, semestinya Pemkot Surabaya memberikan penampungan untuk PKL, karena di Surabaya banyak tanah-tanah kosong.
"Itu salah satu solusi untuk Pemkot Surabaya," kata mantan anggota DPRD Surabaya tersebut. (*/cax)