"Harga minyak mentah sampai di atas US$100 per barel," katanya.
Hanung juga mengatakan, pihaknya akan menambah impor BBM khususnya premium pada Maret dan April.
"Jika biasanya impor premium hanya 2,8-3 juta barel, maka pada Maret dan April akan mencapai 4,5 juta barel," katanya.
Tambahan impor tersebut karena adanya pengurangan produksi kilang Pertamina. (*/rsd)