< >

Telkomsel Minta Tambahan Frekuensi Layanan 3G

Kamis, 28 Februari 2008 22:12
Kapanlagi.com - Operator seluler PT Telkomsel menyatakan akan mengajukan penambahan frekuensi layanan seluler generasi ke tiga (3G) sebesar 5 MGzh kepada pemerintah.

"Usulan penambahan frekuensi sudah diputuskan pada rapat internal perusahaan," kata Dirut Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, di sela Seminar dan Penghargaan Perusahaan & CEO Idaman 2007, di Jakarta, Kamis.

Menurut Kiskenda, kebutuhan penambahan frekuensi dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas layanan seiring terus tumbuhnya jumlah pelanggan Telkomsel, yang saat ini telah mencapai sekitar 50 juta nomor.

Saat ini regulator (Ditjen Postel Depkominfo) sedang melakukan audit terhadap penyelenggaraan layanan 3G seluruh operator telekomunikasi, untuk mengetahui apakah penggunaan frekuensi yang diberikan pemerintah optimal.

Selain itu, hasil audit awal yang akan diumumkan pada Maret itu juga untuk mengetahui apakah operator telah menjalankan kewajiban menggelar jaringan sesuai yang ditetapkan dalam modern lisensing.

"Mengacu pada audit internal yang sudah kita serahkan ke regulator, hasilnya memenuhi syarat terlihat dari gelaran jaringan 3G yang sudah mencapai lebih dari 80 kota. Ini melebihi dari target yang ditetapkan," ujarnya.

Sehingga ditegaskannya, penambahan frekuensi pasti sangat mendesak, karena sesungguhnya layanan 3G juga tidak terpisahkan dengan layanan suara (voice).

Pemerintah saat ini memiliki alokasi frekuensi pada spektrum 1.900 Mhz, sebagai cadangan bagi operator yang memperoleh lisensi 3G.

"Ya mudah-mudahan itu dapat kita peroleh. Kita siap mengikuti tender, namun tergantung keputusan regulator karena kita ingin semuanya sesuai aturan," katanya.

Tetapi di luar itu, Kiskenda juga menyatakan bahwa Telkomsel punya kesempatan untuk memperoleh tambahan frekuensi yaitu dari frekuensi yang ditinggalkan Telkom terkait migrasi spektrum TelkomFlexi dari 1.900 Mhz ke 800 Mhz," katanya.

Hingga akhir 2007, jumlah pelanggan layanan 3G sudah lebih 5 juta nomor, yang didasarkan pada pengguna telepon seluler 3G yang mencapai 3 juta nomor, dengan rata-rata penggunaan pulsa per pelanggan (ARPU) mencapai sekitar Rp70.000.

"Umumnya aktif menggunakan layanan voice, meskipun layanan lainnya seperti video call masih di bawah tiga persen," katanya. (*/rsd)