< >

India dan Rusia Akhiri Sengketa 'Kapal Induk' di Era Sovyet

Kamis, 28 Februari 2008 22:41
Kapanlagi.com - India dan Rusia mengakhiri sengketa yang berlarut-larut menyangkut harga sebuah kapal induk era Sovyet yang kini dijual dengan harga lebih tinggi kepada angkatan laut India tahun 2011, kata para pejabat, Kamis (28/2).

Menteri pertahanan India V.K Singh, yang pulang dari Moskow mengatakan harga baru yang tidak diungkapkan itu telah disepakati untuk kapal induk Admiral Gorshkov yang berbobot mati 44.570 ton.

Perusahaan ekspor Rusia Rosoboronexport tahun 2004 menandatangani sebuah perjanjian untuk memperbaiki kapal induk itu seharga US$970 juta tetapi tahun lalu meminta India membayar US$1,2 miliar.

Singh menolak merinci lebih jauh tentang perundingan-perundingan itu tetapi mengakui "ada peningkatan penting dalam "perkiraan perbaikan kembali untuk memodernisasi kapal yang telah berumur 30 tahun itu.

"Jumlah itu tidak dapat diberitahukan karena kontrak modifikasi itu telah diajukan ke Kabinet dan komite kabinet mengenai keamanan bagi izin," katanya kepada wartawan di New Delhi.

"Kontrak yang diubah itu akan ditandatangani Maret dan setelah tim-tim dari Rusia mengunjungi New Delhi untuk merampungkannya," tambahnya.

Sumber-sumber pertahanan mengatakan India setuju membayar sampai US$900 juta untuk kapal induk itu dan menambahkan sebuah galangan pembuatan kapal dalam negeri mengerahkan para ahlinya untuk mempercepat proyek itu.

"India mengirim lebih dari 100 personil terlatih dari galangan kapalnya ke galangan kapal Sevmash untuk bergabung dengan 1.200 personil Rusia yang sedang mengerjakan kapal itu," kata seorang pejabat kementerian tiu.

Menteri Singh mengatakan Gorshkov akan diubah namanya menjadi INS Vikramaditya dan masuk dalam jajaran angkatan laut India awal tahun 2011.

"Kapal perang itu membutuhkan instalasi turbin-turbin baru , ketel uap, kabel sepanjang 2.500km dan memperkuat dek untuk pesawat sebagai bagian dari perlengkapan baru di kapal induk itu," katanya.

"Kapal induk akan selesai tahun 2010 setelah itu akan menjalani 18 bulan percobaan di laut."

Berdasarkan kontrak itu galangan kapal Sevmash akan melengkapi kapal itu dengan senjata-senjata modern, 16 jet tempur MiG-29 dan satu armada helikopter anti kapal selam.

Admiral Gorshkov akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kapal induk pertama India INS Vikran yang telah dibongkar. Kapal itu beroperasi sejak tahun 1961.

Angkatan laut India hanya memiliki satu kapal induk yang beroperasi, INS Viraat, yang akan dinonaktipkan dalam tahun-tahun mendatang.

Terobosan mengenai perjanjian itu dicapai tiga bulan setelah PM India Manmohan Singh terbang ke Moskow, 12 Nopember untuk berunding dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mnyangkut hubungan pertahanan dan politik.

Rusia memasok 70% senjata India tetapi pengiriman yang lambat dan ketidak sepakatan mengenai harga, menyebabkan New Delhi menggunakan pemasok-pemasok lain seperti Israel, Inggris, Prancis dan AS.

Rusia sedang berlomba dengan pesaing-pesaing Barat untuk transaksi senilai US$10 miliar bagi penjualan 126 jet tempur, artileri seharga dua miliar dolar dan 317 helikopter seharga satu miliar dolar kepada India. (kpl/dar)