"Keputusan kedua pemain itu tamparan bagi tim PSMS yang telah mereka tinggalkan," kata mantan pelatih Tim PSMS, M.Khaidir di Medan, Kamis, ketika diminta komentarnya mengenai kepindahan pemain PSMS tersebut.
Menurut dia, memang seorang pemain bola profesional akan mencari klub sepakbola yang baik dan mampu membayar kontrak yang cukup besar.
Namun, katanya, dibalik gaji dan honor yang cukup tinggi diberikan terhadap pemain bola tersebut, tentunya wajar menghargai jasa PSMS yang ikut membesarkan mereka itu.
"Melalui gemblengan keras yang diberikan PSMS terhadap Saktiawan dan Legimin, mereka bisa terpilih dalam tim Nasional dan ikut memperkuat PSSI. Ini adalah merupakan suatu prestasi yang dicapai pemain itu saat bergabung dengan PSMS," katanya.
Selanjutnya, Khaidir yang juga mantan pemain PSAD mengatakan, kepindahan kedua pemain PSMS itu juga tidak bisa dilarang dan ini adalah merupakan hak pribadi mereka untuk bermain di klub lain.
Namun yang sangat disayangkan, mereka "hengkang" saat PSMS sedang mengalami cobaan berat, yakni terbenturnya pendanaan terhadap klub sepakbola yang memiliki reputasi besar.
Padahal, katanya, Saktiawan dan Legimin termasuk salah satu aset PSMS dan juga putra daerah Sumut. Maunya mereka ikut memperjuangkan agar PSMS dapat bangkit atau "berjaya" kembali.
Prestasi yang diraih PSMS pada Liga Djarum Indonesia 2007 dengan meraih Runner Up adalah suatu hal luar biasa dan ini perlu lebih di tingkatkan lagi pada Super Liga yang akan digelar dalam waktu dekat ini.
Ketika ditanya penyebab Saktiawan dan Legimin ke Persik Kediri, Khaidir mengatakan, kemungkinan karena kelalaian pihak manajemen PSMS yang tidak secepatnya mengontrak mereka. (*/rsd)