Ia menyebutkan harga kopi robusta sekarang cukup tinggi mencapai Rp22.000--Rp23.000 per kilogram di tingkat basis.
Sementara berdasarkan catatan di bursa London harga penyerahan hingga Mei mendatang mencapai US$2.582 per ton.
Menurutnya ekspor kopi pada tahun 2007 nilainya meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ia menambahkan, meski volume ekspor kopi Lampung, pada periode itu turun bila dibandingkan dengan tahun 2006, namun nilai devisanya naik.
Menurutnya, berdasarkan data dari Koperindag Lampung, pada tahun 2006 ekspor kopi Lampung, mencapai 230.635.486 kilogram dengan nilai US$264,879 juta.
Sementara untuk tahun 2007, ekspor kopi Lampung mencapai 183 ribu ton dengan nilai US$301,643 juta.
Pada tahun 2007, katanya, produksi kopi Lampung, hanya 183 ribu ton lebih atau turun dibandingkan dengan tahun 2006 yang mencapai 200 ribu ton lebih.
Meski demikian, harga kopi sekarang naik sehingga nilai ekspor turut pula naik.
"Penurunan volume ekspor kopi itu disebabkan keterlambatan musim panen dan jatuhnya produksi kopi pada musim panen tahun 2006 lalu," kata dia.
Dia menyebutkan, turunnya ekspor kopi itu sebelumnya telah diprediksi akibat rendahnya produksi kopi pada musim panen tahun 2006.
Areal kopi robusta di Lampung seluas 163.837 ha, dan petani yang terlibat dalam budidaya kopi sebanyak 218.447 orang. (*/rsd)