Pada bulan Oktober-Desember 2007, semen dijual Rp52.000-Rp55.000 per sak, namun sejak Januari hingga Februari 2008 harga semen di Timika berkisar Rp75.000-Rp80.000 per sak.
"Dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), harga satuan semen ditentukan sebesar Rp 55 ribu, tapi sekarang sudah dijual hingga Rp 80.000. Tentu ini sangat menghambat pekerjaan jalan tailing yang memang salah satu elemen penting di dalamnya adalah semen," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mimika, Demianus Enock ST MM kepada ANTARA di Timika, Kamis (28/2).
Menyikapi lonjakan harga semen yang sangat tinggi itu, menurut Enock, sebagian ruas jalan konstruksi tailing yang belum selesai akan diganti dengan konstruksi aspal atau hotmix.
"Sebetulnya kondisi ini sangat merugikan daerah karena konstruksi jalan tailing jauh lebih kuat dengan jangka waktu pemakaian yang lebih lama dari konstruksi aspal atau hotmix," tutur Enock sembari mensinyalir ada konspirasi yang dilakukan pengusaha untuk menaikkan harga semen di kota Timika karena di tempat lain kenaikan harga semen tidak signifikan. Pada tahun anggaran 2007, Pemkab Mimika mengalokasikan anggaran Rp 160 miliar untuk pembangunan jalan, jembatan, saluran drainase dan proyek-proyek fisik lain yang ditangani Dinas PU Mimika. Hingga akhir Februari 2008, pengerjaan proyek tahun 2007 sudah mencapai 70% dengan dana yang terserap sekitar Rp 120 miliar.
"Batas waktu pengerjaan proyek tahun 2007 berakhir 31 Maret 2008 sesuai surat edaran Bupati Mimika. Kami tidak akan mentolerir kontraktor yang lalai menyelesaikan pekerjaannya," ungkap Enock.
Adapun tahun 2008 alokasi anggaran untuk pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Mimika tergolong masih sangat besar. Untuk jalan lingkungan dianggarkan Rp 23 miliar, jalan kabupaten Rp 19.919.150.000, jalan strategis Rp 14.906.900.000, drainase Rp 6.004.800.000 dan jembatan Rp 8.055.000.000.
Enock menambahkan, sesuai surat edaran Bupati Mimika mulai tahun ini Dinas PU tidak lagi memberi perlakuan khusus kepada pengusaha putra daerah untuk mendapatkan proyek. Pasalnya, dana bantuan yang diberikan kepada tujuh forum pengusaha putra daerah dalam tahun anggaran 2007 yang dialokasikan sebesar Rp 4 miliar ternyata tidak dimanfaatkan secara baik.
"Mulai tahun ini semua proyek akan dilelang secara terbuka sesuai ketentuan Keppres No 80. Bagi yang tidak memenuhi syarat tentu tidak akan diberi proyek. Pengusaha putra daerah harus melengkapi dokumen persyaratan untuk bisa mengikuti proses lelang," jelas Enock.
Sementara itu Distributor Semen Tonasa di Timika, Gunawan mengatakan kenaikan harga semen disebabkan karena ada kenaikan dari pihak perusahaan pabrik di Makassar Sulawesi Selatan. Di samping itu, katanya, juga terjadi kenaikan biaya pengiriman (ekspedisi) semen dari Makassar ke Timika sebagai dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (solar) untuk industri.
"Kami tidak mungkin menaikkan harga jual semen di Timika kalau tidak ada kenaikan harga di pabrik dan kenaikan harga expedisi," kata Gunawan yang sudah lama membuka toko bangunan di kota Timika itu. (*/lin)