Bulog Mulai Beli Beras Petani

Kapanlagi.com - Perum Bulog mulai melakukan pengadaan beras dalam negeri dengan pembelian beras petani. Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar di Jakarta, Jumat mengatakan, saat ini sedikitnya 1500 ton beras sudah dibeli Bulog terdiri 200 ton dari Sulawesi Selatan dan 1.300 ton dari Jawa Barat.

"Tahun ini target pengadaan beras dalam negeri sebanyak 2,4 juta ton," katanya.

Pada tahun ini, tambahnya, Bulog bertekad meningkatkan kualitas beras yang akan masuk ke gudang BUMN tersebut.

Saat ini pemerintah melalui Inpres no 3 tahun 2007 menetapkan ketentuan standar beras untuk pengadaan dalam negeri yakni kandungan air maksimal 14 % dan kandungan hampa kotoran 3 % untuk GKG dan untuk GKP masing-masing 25 % dan 10 %.

Senada dengan itu secara terpisah Kepala Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, Harry Syahdan siap meningkatkan mutu pengadaan beras dalam negeri pada 2008.

"Selama ini ada keluhan kualitas beras Bulog rendah oleh karena itu kami bertekad meningkatkan mutu pengadaan 2008 ini," katanya.

Harry mengatakan, dengan peningkatan standar mutu pengadaan beras tersebut, maka kualitas beras untuk rakyat miskin (raskin) akan lebih baik.

Menanggapi peningkatan standar mutu pengadaan beras itu akan menyulitkan petani untuk menjual beras ke Bulog, kalau memang syarat itu dipenuhi Bulog pasti akan membelinya.

"Ini sudah komitmen kami untuk meningkatkan kualitas beras dalam negeri. Kalau ada (kepala gudang) yang memasukkan beras tidak berkualitas ke gudang maka akan dicopot," katanya.

Pada 2008 Bulog Divre Jateng menargetkan pengadaan beras dalam negeri sebanyak 510 ribu ton namun jika kondisi lapangan tidak tercapai maka paling tidak 400 ribu ton.

Pengadaan beras dalam negeri Jateng pada 2007 dari target sebanyak 365 ribu ton tercapai 363 ribu ton.

"Kami optimis pengadaan tahun ini akan tercapai karena saat ini panen petani sudah menumpuk, apalagi Maret-April panen raya," katanya.

Sementara itu rencana penyaluran raskin Januari-Februari 2008 sebanyak 80.000 ton yang mana untuk Februari 41.000 ton. (*/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com