"Kerja sama pertama diawali dengan disanggupinya pasokan sebanyak 4000 ton per bulan, karena tingkat kebutuhan masyarakat di Sulut sangat tinggi," kata Direktur Utama (Dirut) PD Pembangunan Sulut, Max Raintung, usai penandatanganan kerja sama yang disaksikan Gubernur Sulut, SH Sarundajang dan Dirut PT Semen Tonasa, Zatar Taba, Jumat di Manado.
PD Pembangunan Sulut akan menjadi penyalur utama pasokan semen bersama beberapa distributor swasta lainnya di Sulut, dengan tujuan menciptakan keseimbangan usaha antara pemerintah dan swasta.
PD Pembangunan Sulut merupakan salah satu perusahaan milik Pemerintah Propinsi (Pemprop) Sulut, yang melaksanakan tugas-tugas layaknya kegiatan swasta dengan tujuan utama mencari keuntungan bagi pendapatan asli daerah.
Menurutnya, PT Semen Tonasa awalnya hanya menyetujui pasokan kepada PD Pembangunan Sulut sebanyak 2000 ton, namun atas permintaan langsung Gubernur Sulut kepada manajemen perusahaan dari Makasar itu, akhirnya ditambah menjadi 4000 ton atau sebanyak 8000 zak.
Dirut PT Semen Tonasa, Zatar Taba mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan pasar jual lebih banyak ditingkat daerah, dengan melirik PD Pembangunan Sulut, karena memiliki peran sangat besar di Sulut.
Apalagi Pelabuhan Bitung sudah dijadikan salah satu lokasi "packing" terbesar pasokan semen bersama beberapa daerah lainnya di kawasan timur Indonesia.
"Jika PD Pembangunan Sulut meminta tambahan pasokan, PT Semen Tonasa siap menambah lagi sesuai kondisi di daerah," jelas Taba, sambil menyebut pasokan yang masuk Sulut setiap bulan sebanyak 30 ribu ton.
Sistem pemasaran PT Semen Tonasa sendiri dinilai sangat sukses di kawasan timur Indonesia, setelah dibukanya beberapa pabrik baru di Jayapura, Monokwari, Timika, Ternate dan Gorontalo, dengan target pemasaran setiap bulan sebanyak enam juta ton. (*/rsd)