"Mudah-mudahan bulan depan (Maret), yaitu minggu depan (awal bulan). Kita sudah bisa menyusun mekanismenya, rencananya akan dilakukan pasar murah secara nasional untuk penjualan minyak goreng," kata Mari Pangestu, setelah rapat Pleno Bidang Perekonomian di Departemen Perdagangan, Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan, minyak goreng akan dijual dengan harga Rp2.500 per liter, dan setiap keluarga berpendapatan rendah akan mendapat jatah dua liter minyak goreng.
Terkait dengan harga kedelai yang mulai naik, Mari mengatakan, hal tersebut sesuai dengan kenyataan bahwa harga komoditi tersebut "tertarik" oleh kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Ini kenyataan yang harus kita hadapi, ya kita terus menerus optimalkan instrumen yang kita punyai. Istilahnya meredam kenaikan harga, dan yang penting adalah mencari jalan untuk mengatasi dampak bagi kelompok yang paling terkena dampak," ujar dia.
Mari mengatakan, pertengahan bukan Januari lalu harga kedelai untuk pengrajin tahu dan tempe sempat melonjak ke harga Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram, dan sekarang sudah berkisar antara Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram.
Dan menurut dia, dari hasil pemantauan pemerintah dalam satu bulan terakhir, penurunan harga dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya harga kedelai dunia sedikit turun, rupiah menguat, dan juga dampak dari bea masuk dan PPh sudah mulai terasa.
"Jadi tentunya yang kita sadari harga masih tinggi dibanding tahun lalu (2007). Ini memang sedang kita susun mekanisme penyaluran subsidi yang sudah kita sepakati di paket kebijakan 1 Februari," katanya.
Mari mengatakan, untuk pelaksanaan pemberian subsidi masih menunggu pengesahan APBNP oleh DPR. (*/rsd)