< >

Wenger: Arsenal Perlukan Mental yang Kokoh

Jum'at, 29 Februari 2008 18:41
Kapanlagi.com - Ambisi meraih gelar juara tidak akan terwujud bila tidak disertai mental yang kokoh dan semangat yang membaja dalam menghadapi setiap pertandingan, kata manajer Arsenal Arsene Wenger.

Keyakinan itu tidak tanpa tantangan. Pasukan asuhan Wenger harus membuktikan bahwa omongan saja belum cukup berarti apa-apa. Mereka perlu melewati serangkaian tes dengan memenangi sejumlah laga.

Para pemain Arsenal yang rata-rata masih berusia muda sempat terguncang setelah melihat rekan satu tim Eduardo da Silva mengalami cedera patah tulang kaki pekan lalu. Seluruh anggota tim tidak ingin kehilangan konsentrasi bertanding.

Sementara itu, Arsenal akan bertemu dengan Aston Villa yang di bawah asuhan Martin O`Neill terus mengincar tempat di Liga Champions dalam musim kompetisi selanjutnya.

Ketika menghadapi semuanya itu, Wenger tidak ingin panik, mengingat pemain Kroasia itu mengalami cedera dan memerlukan waktu pemulihan yang relatif lama. Absennya Eduardo akan memusingkan Wenger.

Paling tidak Wenger dapat sedikit lega karena Robin van Persie telah mulai pulih dari cedera otot. Wenger dapat menurunkan Persie ke posisi penyerang.

Nicklas Bendtner diharapkan dapat mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Eduardo sampai van Persie kembali tampil. Persie diharapkan tampil dalam laga tandang Liga Champions melawan AC Milan pada pekan depan.

Namun Bendtner punya hubungan yang kurang harmonis bila berpasangan dengan Emmanuel Adebayor. Keduanya pernah terlibat perseteruan ketika Arsenal mengalahkan Tottenham di Piala Liga pada Januari lalu. Soal ini tentu memengaruhi kekompakan tim.

Di hadapan publik, Arsenal sekurang-kurangnya punya modal positif. Mereka tampil mengesankan dalam setiap laga kandang.

"Kami tentu saja menaruh hormat kepada setiap tim meski kami tidak peduli siapa yang jadi lawan," katanya. "Kami harus memenangi semua laga kandang. Selama ini kami tampil kuat. Ini jadi modal untuk meraih gelar."

"Kondisi fisik kami relatif baik. Saya paham bahwa kami terdiri atas para pemain muda. Kami punya sikap terpuji di ruang ganti dan di luar lapangan sepakbola. Ini yang jadi rahasia, bahwa kami punya fokus untuk meraih yang terbaik sesuai dengan keinginan bersama."

Hal yang serupa dikemukakan oleh kubu Villa. Tim ini juga mengandalkan skuad pemain muda.

Manajer O`Neill dituntut untuk membawa timnya sampai ke peringkat lima besar, meski Villa telah kalah dua kali dari Manchester United, Arsenal dan Liverpool (masing-masing sekali) pada musim kompetisi ini. (*/rsd)