< >

Israel Lancarkan Serangan Udara di Gaza

Sabtu, 01 Maret 2008 07:28
Kapanlagi.com - Israel melancarkan serangan udara lagi di Gaza utara Jum`at (29/2) menjelang terbit fajar, melanjutkan aksi-aksi serangan udaranya yang terus meningkat di Jalur Gaza sejak pertengahan pekan ini, yang menewaskan sekitar 29 warga Palestina dalam membalas serangan roket bertubi-tubi di pemukiman selatan negara Yahudi tersebut.

Seorang perempuan jurubicara militer Israel mengatakan, target serangan udara mereka adalah tempat-tempat yang diduga penghasil roket-roket tersebut. Namun tidak segera ada laporan-laporan mengenai adanya korban.

Sejak Rabu pagi, Pasukan Angkatan Udara Israel melancarkan sekitar 22 serangan. Menurut jurubicara tersebut, serangan itu dilakukan untuk membalas sedikitnya serangan 116 roket terhadap kota Sderot, kota pantai Asheqelon dan komunitas Israel lainnya di Jalur Gaza.

Tentara Israel menembak tewas tiga orang bersenjata dalam serangan tersebut, di kota Tepi Barat utara Nablus Kamis, yang menjadikan korban mencapai 32 orang.

Ketua pelayanan darurat Gaza, Mo`aweya Hassanein, mengatakan korban tewas termasuk delapan anak, termuda adalah bayi lelaki berumur lima bulan.

Seorang penduduk sipil Israel berumur 47 tahun juga tewas Rabu ketika terjadi ledakan roket kurang dari satu meter dari mobilnya yang diparkir di pintu masuk perguruan tinggi Sapir di luar kota Sderot.

Peningkatan pertempuran terakhir terjadi setelah terjadi serangan udara Israel terhadap sebuah mobil van yang memuat para pejuang Hamas di Gaza selatan, Rabu pagi, sebagai balasan dari serangan-serangan roket dari Gaza.

Pertempuran yang semakin diperkuat dikhawatirkan datang dari serangan darat Israel yang dilakukan secara besar-besaran di Jalur Gaza. Media Israel melaporkan, bahwa pihak militer telah menyelesaikan persiapan-persiapan untuk melakukan suatu serangan, yang didukung oleh lusinan tank yang dipusatkan di Gaza utara.

Namun, perempuan jurubicara militer Israel mengatakan: "kami tidak tahu apapun mengenai hal seperti itu."

Radio Israel mengutip seorang pejabat senior pemerintah Jum`at pagi, yang mengatakan bahwa negara Yahudi itu tidak bermaksud untuk melancarkan serangan besar-besaran, dan justru akan melanjutkan serangan terhadap para peluncur roket `berdasarkan ukuran sekarang`, yakni serangan-serangan udara dan serangan darat terbatas.

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert kembali dari kunjungan empat hari ke Jepang pada Jum`at pagi, dan akan mengadakan beberapa konsultasi penting dengan para pejabat pertahanan.

Israel mengatakan, bahwa pihaknya melihat penembakan beberapa roket jarak jauh Grad bikinan Rusia ke Ashqelon, kota yang dihuni lebih dari 100.000 penduduk yang terletak 15 kilometer di utara Jalur, yang sampai saat ini di luar pencapaian roket-roket yang ditembakkan dari Gaza, sebagai satu peningkatan serangan yang benar-benar terjadi.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak untuk pertama kalinya memerintahkan pemasangan sistem alarm sirine udara di kota itu. Sistem peringatan serangan udara yang sama juga dioperasikan di kota yang sering menjadi diserang, yakni Sderot, dengan nama-kode `Warna Merah.`

Olmert dijadwalkan akan membahas rawa Gaza dengan ketua intelijen Mesir, Omar Suleiman dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice, yang akan berkunjung ke Israel dan wilayah-wilayah Palestina pekan depan. (kpl/dar)