Ricardo Miguel Cavallo telah ditahan di sebuah penjara Spanyol sejak 2003, ketika ia diekstradisi dari Meksiko dan dituduh oleh pihak berwenang di Spanyol telah melakukan pembasmian etnik dan terorisme.
Namun pemerintah Spanyol mengatakan dalam satu siaran berita, mereka akan mengabulkan permintaan dari Argentina atas ekstradisinya, meskipun tindakan terhadapnya di Spanyol masih akan menunggu.
Para penuntut Spanyol telah minta berkali-kali hukuman penjara seumur hidup bagi Cavallo karena kematian dan penyiksaan sejumlah warga Spanyol saat kediktatoran militer 1976-83 di Argentina.
Ketika Cavallo diserahkan pada Spanyol, itu kali pertama sebuah negara telah mengekstradisi seorang tersangka ke negara lainnya untuk menghadapi pemeriksaan pengadilan karena yang diduga pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan di sebuah negara ketiga. (*/cax)