< >

Turki Mulai Tarik Tentaranya dari Irak Utara

Sabtu, 01 Maret 2008 13:05
Kapanlagi.com - Turki telah menarik tentaranya keluar dari Irak utara Jumat, mengakhiri serangan besar terhadap pemberontak Kurdi PKK yang Washington khawatirkan dapat memperluas konflik melewati wilayah itu.

Satu pernyataan oleh staf jenderal pasukan bersenjata Turki membantah pengaruh asing terhadap keputusan tersebut, yang tiba satu hari setelah Presiden AS George W. Bush minta diakhirinya cepat serangan itu.

Turki telah mengirim ribuan tentara ke Irak utara yang terpencil, bergunung-gunung pada 21 Februari untuk menghancurkan pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang tidak sah yang menggunakan wilayah itu sebagai pangkalan untuk menyerang wilayah Turki.

"Telah diputuskan bahwa tujuan yang ditetapkan pada awal operasi itu telah dicapai," kata staf jenderal dalam satu pernyataan. "Unit kami telah kembali ke markas mereka (di Turki) pada pagi hari 29 Februari."

Ketika mengumumkan penarikan itu di hadapan staf jenderal, Menlu Irak Hoshyar Zebari mengatakan di Baghdad bahwa pemerintahnya menyambut baik langkah tersebut.

Para pemimpin politik dan militer Turki telah berjanji operasi itu akan terus dilakukan selama sepanjang diperlukan tapi Menteri Pertahanan AS Robert Gates, dalam perjalanan singkat ke Ankara Kamis minta serangan ditargetkan singkat dan secara hati-hati.

Washington, seperti Ankara dan Uni Eropa, mencap PKK sebagai organisasi teroris, dan telah menyuplai data intelijen pada militer Turki mengenai PKK di Irak.

PKK melemah

Militer Turki mengatakan telah menewaskan 240 pemberontak dalam serangan darat selama delapan hari itu dan menderita kehilangan 27 tentara. PKK mengatakan pihaknya telah membunuh lebih dari 130 tentara Turki tapi hanya lima pemberontak yang tewas. Tidaklah mungkin untuk membuktikan hitungan tersebut.

Turki telah mengatakan operasi darat itu, yang didukung oleh pesawat perang, tank, artileri jarak-jauh dan helikopter serang, akan berlanjut hingga markas PKK dibasmi dan pemberontak tidak lagi menimbulkan ancaman pada Turki.

Penarikan yang tampaknya tanpa membasmi semua markas PKK, khususnya di gunung Qandil, akan memunculkan pertanyaan mengenai apakah gerakan itu telah terluka yang menyebabkan kematian.

Para pemimpin Turki telah mendapat tekanan di dalam negeri untuk menindak keras terhadap sekitar 3.000 anggota PKK yang melakukan serangan lintas-perbatasan yang mematikan terhadap sasaran Turki.

PKK di Irak utara telah mengklaim kemenangan atas militer Turki.

"Karena pertempuran sengit antara PKK dan pasukan Turki, pasukan Turki ditarik," kata Ahmed Danees, juru bicara hubungan luar negeri PKK di Irak utara.

Masyarakat Kurdi Irak, yang lama mencurigai Turki yang berdekatan, takut negara itu akan berusaha untuk mengganggu wilayah otonomi Kurdistan, Irak, yang kaya-minyak. Ankara mengatakan mereka hanya ingin mengakhiri terorisme.

PKK telah berperang selama beberapa dasawarsa untuk hak-hak etnik dan pemerintah-sendiri di bagian tenggara Turki yang sebagian besar warganya orang Kurdi.

Namun tekanan Turki secara berangsur-angsur menekan mereka keluar dari negara itu, memaksa mereka untuk memarkaskan diri mereka di pegunungan Irak utara yang terletak di luar kendali pemerintah Kurdi semi-otonomi di Irak utara.

Ankara menyalahkan gerakan separatis PKK atas kematian hampir 40.000 orang sejak 1984.

Satu sumber senior militer Turki mengatakan awal pekan ini bahwa sekitar 10.000 tentara telah terlibat dalam operasi di Irak, yang sebagian besar berpusat di lembah Zap. (*/cax)