Dalam tikungan terakhir dalam insiden yang telah menimbulkan kebencian di Jepang, Tyrone Hadnott yang berusia 38 tahun dibebaskan setelah penuntut memutuskan untuk tidak menuntut karena anak perempuan itu telah melepaskan tuduhan terhadapnya, kantor berita Kyodo melaporkan.
Penangkapan tersebut telah menghidupkan kembali kenangan pahit tentang pemerkosaan seorang siswi sekolah berusia 12 tahun di pulau itu pada 1995, yang memicu protes besar-besaran terhadap pangkalan AS di Jepang dan memunculkan keraguan mengenai aliansi keamanan bilateral.
"Ia dalam tahanan korps marinir. Mereka membebaskannya pada kami," kata Letnan Kolonel Douglas Powell.
Marinir AS masih menyelidiki kasus itu, kata Powell, yang menambahkan bahwa "terlalu dini untuk berspekulasi mengenai tindakan hukum lanjutan pada bagian kami".
PM Yasuo Fukuda mengatakan pada wartawan ia tidak tahu rincian dari keputusan penuntut tapi mengatakan: "Jepang dan AS perlu bekerja sama dengan pihak lainnya agar supaya insiden seperti itu tidak akan terjadi lagi", lapor Kyodo.
Hadnott ditangkap berdasar kecurigaan telah memerkosa anak perempuan itu di sebuah mobil di pulau Okinawa, tempat kesatuan dari 50.000 tentara AS di Jepang bermarkas berdasar satu perjanjian yang ditandatangani setelah Perang Dunia II. Polisi mengatakan ia telah membantah memerkosa gadis itu tapi mengaku memaksanya untuk menciumnya.
"Kami memutuskan tidaklah pantas untuk mendakwa tersangka dengan tuduhan telah melakukan...di luar pertimbangan perasaan korban," kata Yaichiro Yamashiki, kepala penuntut di Kantor Penuntut Umum Distrik Naha di Okinawa seperti dikutip Kyodo.
"Anak perempuan itu sendiri ingin tinggal dalam damai," ia menambahkan. (*/cax)