
Para petinggi militer Jumat membuat persiapan-persiapan akhir untuk memindahkan pangeran itu dari garis depan dan menerbangkannya kembali ke Inggris.
Pangeran Harry (23), yang menghabiskan 10 pekan terakhir bertugas di provinsi Helmand, diperkirakan pulang akhir pekan ini setelah logistik untuk mengangkutnya keluar dari zona perang dirampungkan.
Langkah ini diambil karena khawatir Harry dijadikan sasaran oleh pejuang Taliban di kawasan itu.
Penugasannya tercium media dan muncul di laman the Drudge Report di AS.
Dalam suatu pernyataan, Kementerian Pertahanan Inggris memberikan laporan penugasan Harry oleh media asing sebagai "yang disayangkan" tapi langkah-langkah kontingensi setelah kebocoran itu diberlakukan. (*/cax)
Lihat Profil: Pangeran Harry