Pengutukan itu dilakukan setelah beberapa harian pro-pemerintah memandang pengiriman kapal tersebut sebagai tanda jelas kepada Suriah, yang dituduh oleh mayoritas kelompok yang berkuasa menghalangi pemilihan presiden di Beirut.
"Keputusan ini membuktikan bahwa Amerika Serikat lah yang mencampuri utusan dalam negeri Lebanon, dan campur-tangan ini telah condong ke arah militer," kata anggota parlemen dari Hizbullah, Haji Hassan.
Amerika Serikat, Kamis, menyatakan telah mengirim kapal perusak bersenjata peluru kendali ke perairan di lepas pantai Lebanon, yang telah dirundung krisis politik yang melumpuhkan selama berbulan-bulan.
USS Cole adalah sasaran serangan bom oleh anggota Al-Qaeda pada Oktober 2000 di pelabuhan Aden, Yaman, sehingga menewaskan 17 personil Angkatan Laut AS.
Itu adalah "pameran dukungan bagi kestabilan regional" akibat "keprihatinan mengenai situasi di Lebanon", kata seorang pejabat AS yang tak ingin disebutkan jati dirinya dan tak bersedia mengatakan bahwa pamer kekuatan itu ditujukan kepada Suriah atau Iran.
Perdana Menteri Lebanon Fuad Siniora, yang pemerintahnya didukung oleh Barat dan sebagian besar negara Arab, menegaskan selama pertemuan dengan duta besar Arab bahwa Beirut tak meminta pengiriman kapal perang tersebut dan memanggil seorang diplomat senior AS untuk "meminta penjelasan".
"Kami tak meminta siapa pun untuk mengirim kapal perang," kata Siniora. Ditambahkannya, tak ada kapal perang AS di "perairan Lebanon".
Sebelumnya, Siniora memanggil Kuasa Usaha AS Michele Sison "untuk meminta dia menjelaskan kehadiran USS Cole" di Laut Tengah, kata satu sumber pemerintah.
"Nyonya Sison meyakinkan dia bahwa kapal perang itu berada di perairan internasional dan telah dikirim untuk menjamin kestabilan regional," kata sumber tersebut.
Sementara itu Amerika Serikat menepis kecaman Hizbullah.
"Mengenai keprihatinan Hizbullah, saya akan menyampaikan sebagian keprihatinan kami dengan tindakan Hizbullah. Jadi saya hanya membiarkan itu apa adanya," kata juru bicara Keamanan Nasional Gedung Putih Gordon Johndroe kepada wartawan.
Ketua Parlemen Lebanon dan anggota oposisi Nabih Berri mengatakan dalam suatu wawancara televisi bahwa pengiriman kapal perang USS Cole bertujuan memberi dukungan kepada tindakan militer Israel di Jalur Gaza, yang dikuasai HAMAS.
"Sasarannya ialah untuk menarik perhatian dari apa yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. USS Cole berada di sini untuk mendukung rencana israel di Gaza", tempat 31 orang Palestina telah dibunuh sejak Rabu dalam serangan udara Israel, katanya.
Lebanon tak memiliki presiden sejak November lalu, di tengah pertikaian politik antara mayoritas anggota parlemen yang berkuasa dan oposisi, yang mendapat dukungan Suriah dan Iran.
Kelompok mayoritas menuduh Suriah menghalangi upaya untuk memilih presiden baru di Lebanon, yang berada di bawah dominasi militer Suriah selama 29 tahun hingga Damaskus menarik tentaranya pada April 2005. (*/cax)