< >

Mas Slamet bin Kastari Kabur, Bali Siaga Ekstra

Minggu, 02 Maret 2008 13:23
Kapanlagi.com - Kaburnya tersangka teroris, Mas Slamet bin Kastari (45) dari tempatnya ditahan di Singapura, membuat jajaran Polda Bali ambil bagian untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di kawasan pintu-pintu masuk Pulau Dewata.

Pintu masuk yang kini mendapat pengawasan ketat disertai pengerahan sejumlah anjing pelacak pengendus bahan peledak itu, antara lain kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Padangbai, Benoa dan Pelabuhan Celukan Bawang.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol AS Reniban ketika dihubungi di Denpasar, Sabtu mengatakan, tidak hanya di kawasan pelabuhan, namun Bandara Internasional Ngurah Rai pun kini mendapat penjagaan cukup ketat.

"Itu kita lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya buronan teroris asal Singapura tersebut ke Pulau Dewata," ucapnya.

Namun demikian, lanjut dia, sejauh ini pihaknya belum mencium adanya gelagat kalau warga negara dari negeri tetangga itu akan "menerobos" masuk Bali.

Dikatakan, meski belum ada gelagat, petugas berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, sehingga kecil kemungkinan si buronan dapat menyusup ke "Pulau Seribu Pura" yang merupakan pusat kunjungan wisatawan mancanegara.

Diperoleh keterangan, Mas Slamet adalah pria berkebangsaan Singapura, merupakan pentolan Jemaah Islamiah (JI) yang tercatat telah diburu jajaran Interpol sejak tahun 2002.

Sebagai ketua JI untuk wilayah Singapura, ia tercatat paling diburu di negeri itu karena terindikasi akan meledakkan Bandara Internasional Changi Singapura pada tahun 2002.

Mas Slamet beberapa kali sempat ditangkap jajaran Polri baik atas dugaan pelaku teror maupun masalah keimigrasian. Terakhir, 20 Januari 2006 Mas Slamet ditangkap kembali karena menggunakan identitas palsu di Jawa.

Pemerintah Singapura kemudian meminta Indonesia untuk mengekstradisi yang bersangkutan karena dinilai telah melakukan pelanggaran atas UU Keamanan Dalam Negeri Singapura.

Sejak itu, Mas Slamet mendekam di balik terali besi, namun pada 27 Pebruari lalu dilaporkan kabur dari penjara Whitley Road, Singapura.

Kabid Humas mengatakan, untuk mencegah bahkan meringkus tersangka teroris yang juga tercatat dalam upaya pemburuan polisi Malaysia, jajaran Polda Bali kini meningkatkan kesiapsiagaan. (*/boo)