
Pangeran Harry - pewaris ketiga dari tahta kerajaan Inggris - ditarik kembali dari tugas kemiliteran di Afghanistan pada akhir minggu ini lantaran persiapan perang yang dilakukannya diberitakan secara luas.
Ketetapannya untuk tinggal di Afrika dilakukan setelah ia sempat mengatakan tak lagi menyukai Inggris dalam sebuah wawancara dan membuat heboh setelah disiarkan di penjuru Inggris pada akhir minggu kemarin.
"Aku tak ingin duduk ongkang-ongkang kaki di Windsor," ungkap Harry dalam sebuah wawancara yang dirilis setelah kepulangannya. "Tapi pada dasarnya aku tak begitu menyukai Inggris, Anda tahu kan, menyenangkan sekali bisa menjauh dari pers dan semua surat kabar, dan segala omong kosong yang mereka tulis."
Kini Pangeran Harry berencana untuk bekerja di Afrika Selatan selama enam bulan jika karier militernya masih terus mandeg, demikian menurut Daily Mail. Menurut seorang teman seperti dikutip media ini, Harry sangat marah dengan Windsor dan merasa benar-benar tak berguna.
Pangeran muda ini sangat menyukai Afrika dan merasa di sanalah salah satu tempat di dunia - selain militer - di mana ia merasa jadi manusia biasa dan melakukan hal yang lebih berguna. Harry juga berpartisipasi mendirikan yayasan amal Sentebale, yang bertujuan membantu anak-anak yatim, anak-anak dan korban HIV/AIDS di Afrika. (smh/erl)
Lihat Profil: Pangeran Harry