< >

Israel Tetap Lancarkan Serangan Walau Ada Seruan Internasional

Senin, 03 Maret 2008 18:13
Kapanlagi.com - Israel Senin (3/3) memutuskan akan tetap melanjutkan, melancarkan serangan ke wilayah Jalur Gaza setelah menyatakan akan terus melaksanakan kebijakannya terhadap warga Palestina walaupun semakin banyaknya seruan masyarakat internasional agar menghentikan tindakan pembantaian yang membuat pemimpin Palestina yang moderat untuk menghentikan semua proses, usaha penyelesaian perdamaian di meja perundingan.

Lima orang warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel Senin dini hari (3/3) serta penembakan ke arah Jalur Gaza oleh Angkatan Laut Israel, demikian dilaporkan oleh aparat keamanan Palestina.

Pesawat udara Israel melakukan serangan lebih dari lima kali di atas wilayah Jalus Gaza setelah melakukan aksi serupa dua kali sebelumnya pada larut malam Ahad telah menghancurkan sebuah bengkel dan melukai seorang warga Palestina.

Satu serangan udara lainnya dikatakan telah menghancurkan bangunan parlemen Palestina di Khan Yunes di wilayah selatan Gaza, narasumber Palestina mengatakan.

Perdana Menteri Ehud Olmert berjanji akan terus melancarkan serangan darat, udara yang telah meminta korban nyawa 78 orang warga Palestina sejak Sabtu lalu setelah tewasnya seorang Israel pekan lalu dan menuai kecaman internasional atas tindakan Israel yang menggunakan kekuatan militernya melewati batas.

Bahkan sahabat paling dekat Israel, Amerika Serikat, AS, menyeru agar segera dihentikan kekerasan dan Israel kembali ke meja perundingan.

Presiden Palestina Mamud Abbas menghentikan semua kontak dengan pihak Israel sebagai reaksi atas aksi militer Israel yang telah meminta korban nyawa warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak.

Keputusan Mahmud Abbas tersebut hanya berselang beberapa hari menjelang kedatangan Menteri luar negri AS Condoleezza Rice yang akan melakukan kunjungan kekawasan tersebut untuk mengupayakan agar pihak-pihak yang bertikai kembali ke perundingan yang baru diupayakan kembali tiga bulan lalu.

"Negosiasi dihentikan, demikian pula hubungan kontak disetiap tingkat karena agrsi Israel maka komunuikasi tak akan ada artinya," kata juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeina.

Kedua belah pihak, Palestina dan Israel kembali ke perundingan perdamaian atas seruan AS saat konferensi akhir November lalu namun sejauh ini tak mengalami kemajuan kecil sekalipun sementara aksi kekerasan Israel di Jalur Gaza semakin menghebat.

Washington menyeru agar kedua belah pihak kembali menyelesaikan perundingan perdamaian.

"Kekerasan harus dihentikan dan perundingan harus dilanjutkan," kata juru bicara Dewan Keamanan dalam negri AS Gordon Johndroe kepada pers di peternakan Bush di Texas.

Sebanyak 10 orang Palestina juga meninggal dunia akibat perbuatan Israel, saksi mata dan paramedis mengatakan serangan melalui udara ataupun darat akan terus berlanjut dengan tujuan untuk mengentikan serangan roket pejuang Palestina yang di arahkan ke wilayahnya dan telah menwaskan seorang warganya.

Selain 63 korban jiwa di pihak Palestina, dua orang serdadu Israel tewas dalam aksi operasi militer Israel Sabtu yang dinamai operasi 'Hot Winter' dan dua orang lainnya terluka.

Walaupun serangan besar-besaran yang dilancarkan militer Israel di Jalur Gaza semenjak bangsa yang mendududki wilayah Palestina itu menarik mundur dari Gaza tahun 2000, pejuang Palestina menembakkan roketnya Ahad kemarin. Polisi mengatakan satu orang warga Israel terluka saat rumahnya terkena roket di kota Ashkelon.

Olmert menolak seruan dan kecaman masyarakat Internasional karena menggunakan kekuatan kekerasan di wilayah pemukiman warga Palestina .

"Perlu diingat bahwa Israel berusaha untuk melindungi warganya yang ada di wilayah selatan dan dengan segala hormat, tak ada satu halpun yang dapat menghalangi kita melakukan kewajiban ini," kata Olmert saat rapat mingguan kabinet yang terakhir.

Pihak Hamas yang menjalani pemerintahan di Jalur Gaza mennyeru agar dibentuk Pemerintahan Darurat Palestina Bersatu delapan bulan setelah pihak Hamas dapat membuat pasukan yang loyal kepada Abbas dari wilayah Gaza.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak akan mengadakan pertemuan Senin ini untuk memutuskan legalitas untuk menyerang wilayah pemukiman warga sipil yang dikatakan digunakan oleh para pejuang Palestina untuk menembakkan roket ke wilayah Israel.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa, PBB melakukan pertemuan khusus atas permintaan Abbas mengutuk kekerasan yang terjadi dan meminta kedua belah pihak tetap menghormati kewajiban mereka dibawah hukum internasional.

Sekertaris jendral PBB Ban Ki-moon mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan Israel sementara presiden Uni Eropa yang kini dipegang Slovenia meminta agar Israel menhentikan semua kegiatan yang dapat membahayakan warga sipil Palestina.

Pemimpin besar Iran Ayaatollah Ali Khammenei menyeru agar negara-negara Islam agar bersuara keras memprotes karena diam adalah sikap yang tak dapat dibenarkan.

Sedikitnya 312 orang telah menjadi korban jiwa dalam aksi kekerasan Israel terhadap Palestina sebagian besar adalah warga sipil Gaza sejak proses perundingan perdamaian dihidupkan kembaliu November lalu dan 107 korban jiwa diantaranya akibat serangan Israel yang dilancarkan sejak Rabu lalu. (kpl/dar)