< >

Indonesia Bisa Peroleh US$2 Miliar per Tahun dari REDD

Selasa, 04 Maret 2008 15:23
Kapanlagi.com - Indonesia memiliki potensi pendapatan sebesar US$2 miliar per tahun dari kegiatan pengurangan emisi karbon (REDD/Reducing Emissions From Deforestration and Degradation).

Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Departemen Kehutanan, Darori, di Jakarta, Selasa mengatakan, REDD merupakan lepasnya cadangan karbon hutan ke atmosfir dalam bentuk emisi gas rumah kaca akibat dari konversi dan pengelolaan hutan yang tidak berkelanjutan.

"REDD akan memberikan revenue dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Pendapatan dari REDD diperkirakan US$2 miliar per tahun," katanya pada seminar Kebakaran Hutan Bagian Dari REDD.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Dephut, Wahjudi Wardojo, nilai perdagangan carbon berkisar antara US$2-31 miliar.

Nilai tersebut dengan asumsi pengurangan emisi dari deforestasi antara 10-50% dan harga karbon antara US$7-20 per ton CO2.

Jumlah itu, tambahnya, jauh lebih besar dari dana ODA yang tersedia untuk sektor kehutanan di negara berkembang sebesar US$15 miliar.

Dirjen PHKA, mengatakan potensi tersebut sangat ditentukan kesiapan dan kemampuan Indonesia melakukan pemantauan perubahan penutupan lahan dan cadangan stok karbon.

Selain itu juga kesiapan perangkat peraturan dan kelembagaan untuk mendukung pelaksanaan REDD.

"Untuk itu Indonesia perlu membangun baseline, penurunan deforestasi, monitoring, pasar karbon dan mekanisme distribusi," kata Darori. (*/lin)