< >

PBB : 12 Tewas Dalam Kecelakaan Heli di Nepal

Selasa, 04 Maret 2008 20:08
Kapanlagi.com - Helikopter Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jatuh di Nepal, Senin, dan menewaskan 12 penumpang termasuk lima warga asing.

"Polisi telah menemukan 10 mayat dari 12 korban yang ada di dalam helikopter itu. Tidak seorangpun selamat," kata Modraj Dottel, juru bicara kementerian dalam negeri kepada AFP.

PBB mengatakan telah mengirim tim untuk memeriksa lokasi jatuhnya pesawat, yaitu di tempat terpencil dan berbukit-bukit di Timur Kathmandu.

"UNMIN (Misi PBB di Nepal) telah mengirim tim lewat jalan darat ke lokasi kecelakaan untuk mengkonfirmasi informasi tersebut," kata juru bicara PBB, Kieran Dywer, dalam suatu pernyataan.

PBB mengatakan helikopter itu kembali dari kunjungan ke perkemahan para mantan gerilya Maois.

Belum ada keterangan mengenai kewarganegaraan para korban asing, Dottel hanya mengatakan ada tujuh warga Nepal dan lima warga asing di helikopter tersebut.

"Pemerintah Nepal sangat bersedih atas jatuhnya korban dan kami akan segera melakukan evakuasi begitu cuaca mengizinkan," kata Dottel kepada AFP lalu menambahkan bahwa penyebab kecelakaan belum diketahui.

Polisi dari kawasan terpencil Ramechhap, 85 kilometer sebelah timur Kathmandu, mengatakan helikopter itu terbakar dan jatuh saat hujan deras dan angin kencang.

Tim beranggotakan 12 polisi telah tiba di lokasi tetapi proses evakuasi terhalang oleh cuaca serta lokasi yang berbukit-bukit, kata Pushpa Shrestha, seorang polisi Ramechhap.

Helikopter itu terbakar sekitar tiga jam sebelum penduduk setempat dan polisi menyiram nyala api, kata polisi.

"Datangnya malam, kondisi cuaca, dan situasi tanah menimbulkan kesulitan dalam proses evakuasi," kata pejabat kementerian dalam negeri tersebut.

PBB selama ini membantu untuk memantau kesepakatan perdamaian yang dicapai para mantan pemberontak Maois dengan pemerintah pada November 2006.

Badan dunia tersebut tetap mengawasi para mantan gerilyawan itu dan turut membantu dalam pemungutan suara yang direncanakan berlangsung pada bulan April untuk memilih lembaga yang akan menentukan hari depan politik negara tersebut.

Nepal kondisinya bergunung-gunung dan jalan kurang tersedia sehingga helikopter biasa digunakan untuk transportasi pejabat pemerintah maupun para pekerja untuk pembangunan.

Pada akhir 2006, 24 orang --termasuk pejabat tinggi pemerintah dan diplomat senior -- tewas dalam kecelakaan helikopter akibat cuaca buruk di timur Nepal. (*/rsd)