< >

Partai Islam Jangan Terlalu Berkutat di Slogan Ideologi

Selasa, 04 Maret 2008 23:04
Kapanlagi.com - Partai Islam diharapkan jangan terlalu berkutat di tataran slogan dari ideologi yang diusungnya tetapi lebih memfokuskan diri kepada upaya untuk menerjemahkan ideologi tersebut ke dalam berbagai kebijakan praktis.

"Banyak partai Islam yang lebih berkutat pada retorika sehingga masih belum mampu untuk menerjemahkan ideologi menjadi kebijakan-kebijakan praktis yang sebenarnya menjadi tantangan di dalam negara ini," kata Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dalam diskusi 'Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat dalam Politik di Istora Senayan Jakarta, Selasa (4/3).

Menurut Anies, dalam tahapan perkembangan pemilu yang demokratis di suatu negara, biasanya partai politik yang ada pada awalnya akan terpolarisasi berdasarkan identitas apa yang akan membentuk rangka dari ideologi partai itu.

Hal tersebut dapat menyebabkan para pemilih juga pada awalnya akan lebih memilih partai berdasarkan 'rasa nyaman' terhadap partai yang ideologinya sesuai dengan karakter kepribadian sang pemilih.

Namun, pada kelanjutannya para pemilih umumnya akan bersikap lebih kritis dan beranjak dari memilih berdasarkan kedekatan emosional dengan ideologi partai menjadi berdasarkan program rasional yang dapat menguntungkan pemilih tersebut.

"Partai politik harus selalu mengikuti perubahan dan menyadari bahwa rakyat pada masa 1945 berbeda dengan rakyat pada era setelah 1998," kata Anies.

Ia mengemukakan, terdapat banyak kerancuan yang terjadi di Indonesia antara ideologi partai dan kebijakan yang dianutnya, misalnya tentang partai yang mengaku berpaham nasionalis tetapi menyetujui privatisasi terhadap banyak perusahaan milik negara.

Hal tersebut, lanjutnya, antara lain karena di dalam partai politik Indonesia masih belum terlihat peran 'think-tank' partai yang dapat menyelaraskan antara kebijakan yang diambilnya dengan platform ideologi yang diusungnya.

"Bila ini terus terjadi, maka yang citranya akan terdelegitimasi bukan hanya partai itu sendiri, tetapi juga pemilihan umum yang demokratis itu sendiri," kata Anies.

Sementara itu, pembicara lainnya yaitu Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Sahar L Hassan mengemukakan, identitas-ideologi masih diperlukan oleh sebuah partai politik karena hal tersebut menunjukkan konsistensi perilaku.

Mengenai masih belum kongkritnya peran partai Islam, Sahar mengemukakan hal tersebut karena masyarakat Indonesia masih belum memberikan 'kesempatan' berupa suara mayoritas bagi partai Islam untuk berkuasa. (kpl/dar)


BERITA TERKAIT