Mereka melakukan aksi ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa sejumlah buble yang muncul di Desa Mindi kadar gasnya di atas ambang batas normal.
Imam Rahmad, salah satu warga Desa Mindi, mengatakan aksi ini bukti bahwa Desa Mindi terdapat semburan baru yang bisa berubah jadi api, sehingga kawasan Mindi tidak layak huni.
Sebetulnya banyaknya semburan gas ini membuat warga Desa Mindi resah dan dihantui kecemasan. Aksi pembakaran ini sebagai dukungan kepada perwakilan warga yang berangkat ke Jakarta untuk menemui presiden dan DPR RI.
Selain memaparkan kondisi sebenarnya di DPR RI, mereka menunjukkan secara nyata bahwa semburan gas benar-benar ada di kawasan ini.
Karena itu mereka menuntut pemerintah pusat memasukkan kawasan Mindi ke dalam areal peta terdampak dan mendapat ganti rugi dengan nilai yang sama dengan korban lumpur Lapindo lainnya. (*/rsd)