< >

Korban Lumpur Asal Desa Besuki Butuh Psikolog

Rabu, 05 Maret 2008 07:31
Kapanlagi.com - Warga korban lumpur Lapindo asal Desa Besuki Kecamatan Jabon Sidoarjo perlu mendapatkan pendampingan dari sisi psikologi secara serius untuk menghindari guncangan jiwanya.

Tokoh masyarakat Besuki, Ali Mursyid di Sidoarjo, Selasa mengatakan, pendampingan itu dibutuhkan, karena masih banyak warga yang tidak mudah menerima dan menghadapi kejadian ini, sehingga mereka stres.

"Ada beberapa warga yang jiwanya terguncang. Bahkan saat ini ada yang tergolek linglung di atas ranjang dan stres," katanya.

Ia mencontohkan penderitaan yang dialami Abdul Latif, warga Besuki RT04/RW05, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.

Setiap hari, Abdul Latif, hanya bisa tergolek di atas ranjang di sebuah bangunan gudang berukuran 4X5 meter, bekas kandang bebek milik familinya.

Sementara itu kalau malam, sering menyelonong berkeliling ke eks tol Gempol-Porong, tempat para pengungsi bertahan sembari mendatangi rumahnya yang sudah terendam lumpur.

"Aku mau pulang ke rumahku kok dilarang," begitu jawabannya kalau dicegat warga ketika bertandang ke rumahnya yang sudah dua meter tergenangi lumpur pasca jebolnya tanggul titik 41, Minggu (2/3).

Ratusan warga Besuki kini terpaksa mengungsi di eks tol Gempol-Porong, setelah tanggul penahan luapan lumpur di titik 41 jebol.

Mereka saat ini masih bertahan di pengungsian, karena belum mendapat bantuan uang kontrak dan jadup yang disediakan pemerintah melalui APBN.

Desa Besuki merupakan salah satu desa --dari tiga desa-- yang akan mendapat ganti rugi dari APBN. Dua desa lainnya adalah desa Kedungcangkring dan Pejarakan, Kecamatan Jabon Sidoarjo. (*/rsd)