< >

Sekitar 12.000 Tentara Malaysia dan Istri Ikut Pemilu

Rabu, 05 Maret 2008 12:52
Kapanlagi.com - Sekitar 12.000 tentara Malaysia, Rabu, mulai menggunakan hak pilihnya pada Pemilu ke-12 di kantor Departemen Pertahanan, di Kuala Lumpur, dan kejadian ini merupakan yang pertama kali pencoblosan itu dilakukan secara terbuka.

"Tidak ada arahan dari pimpinan. Mereka bebas memilih. Dan hari ini merupakan hari yang cerah dan bagus untuk tentara menggunakan hak pilihnya," kata Panglima Angkatan Tentara Malaysia, Jenderal Abdul Aziz Zainal, seusai menggunakan hak pilihnya, di Departemen Pertahanan, Kuala Lumpur, Rabu.

"Ada sekitar 12.000, tentara Malaysia termasuk istrinya menggunakan hak pilihnya di Kementerian Pertahanan yang masuk lokasi pemilihan Setia Wangsa. Secara serentak di seluruh markas tentara Malaysia dilakukan pencoblosan hari ini dan berakhir besok (Kamis)," kata Jenderal Abd Aziz.

Tentara Malaysia sudah menggunakan hak pilihnya sejak pemilihan umum 1957. Biasanya mereka menerima kertas suara melalui surat (pos) kemudian dikirim ke tempat perhitungan suara via pos. Polisi dan tentara disebut sebagai "pemilih pos".

Tentara mengambil kertas surat berdasarkan nomor kepegawaian. Petugas setempat yang juga tentara, membagikan kertas suara dalam sebuah amplop. Dalam kertas suara masih ada nomor seri percetakannya. Tentara kemudian membawa ke bilik pencoblosan. Setelah memilih dimasukkan ke dalam kantos pos. Oleh petugas pos, kertas suara itu dikirim ke tempat-tempat perhitungan suara.

Akan tetapi dalam Pemilu ke-12 ini, tentara melakukan hak pilihnya secara terbuka. Di lapangan terbuka walaupun masih dalam kawasan perkantoran Departemen Pertahanan Malaysia di Kuala Lumpur, kata juru bicara Dephan Letkol Hamdan

"Di sini hadir wakil-wakil partai politik, kandidat yang bertanding, wakil komite pemilu dan pengamat asing seperti Mafrel," kata Hamdan.

Namun pengamat Mafrel Mohd Zainuddin Amran mengungkapkan, "Saya masih melihat nomor seri percetakan yang ada berbagai kemungkinan dan spekulasi negatif. Siapa yang menjamin kotak suara itu aman sebelum dihitung pada Sabtu, 8 Maret 2008, nanti".

"Kalian lihat sendiri lah, seharusnya ada wakil-wakil parpol atau SPR yang bisa melihat proses pemberian kertas suara. Mereka seharusnya ada di tenda-tenda pendaftaran dan pemberian kertas suara. Bukannya di tenda yang jauh dari tenda pendaftaran pemilih dan pemberian kertas suara," tambah dia. (*/cax)