Saat berpidato dalam Konferensi Pelucutan Senjata, yang ditaja PBB, Mottaki juga mengutuk apa yang disebut doktrin militer "serangan untuk mendahului", yang telah diluncurkan oleh pemerintah AS dalam menangani ancaman pelaku teror.
Doktrin militer yang dilandasi atas serangan untuk mendahului tak dapat disahkan dan jelas bertolak-belakang dalam ucapan dan semangat Piagam PBB, kata Motttaki.
Menteri Luar Negeri tersebut secara tersirat juga menuduh Amerika Serikat memberlakukan sanksi tidak sah dan tidak adil terhadap negara lain dengan menyelewengkan berbagai badan internasional semata-mata untuk kepentingannya sendiri.
Ia menambahkan tuduhan AS mengenai program nuklir Iran hanya dalih, yang berarti untuk menciptakan tabir guna menutupi ketidak-patuhan pada rejim perlucutan senjata dan menipu pendapat masyarakat. (*/cax)