Surat Mehmet Ali Talat disiarkan di Financial Times sebelum pertemuan akhir bulan ini dengan timpalannya yang baru terpilih di wilayah Siprus Yunani Demetris Christofias, yang kemenangannya dalam pemilihan presiden bulan lalu telah menimbulkan harapan mengenai upaya baru guna mengakhiri perpecahan Siprus selama 34 tahun.
Talat menulis bahwa ia dan Christofias "memikul tanggung jawab yang sangat besar, untuk mencapai penyelesaian bagi Siprus yang dapat diterima baik oleh rakyat kedua pihak, berdasarkan kesamaan politik dalam susunan kemitraan baru".
Ia mengakui bahwa "ada masalah rumit yang harus ditangani" termasuk masalah "hak atas harta-benda, mengenai pelestarian warisan budaya kita, mengenai pengaturan keamanan, dan yang paling penting bagi kemitraan dalam pemerintah masa depan di pulau kita".
"Tetapi semua itu dapat dan harus diselesaikan. Perinciannya dapat disusun ... saya sangat terikat komitmen untuk menemukan penyelesaian," tulis Talat.
"Saya realistis. Akan ada pembicaraan berat, dan semua masalah tak terelakkan akan muncul. Tetapi saya bertekad untuk menyelesaikan semuanya." (*/cax)