Dia menambahkan, "Orang-orang yang iri terhadap bangsa Irak akan berusaha sekuat tenaga untuk mengisolasi negara tersebut dari arena regional dan internasional."
Berkenaan dengan pendudukan pasukan asing di Irak saat ini, Presiden Ahmadinejad mengatakan mereka, pelaku pendudukan, tidak ingin pemerintah Irak memainkan peran di arena internasional.
Ahmadinejad lebih lanjut mengatakan Iran dan Irak adalah dua bangsa dengan kesamaan budaya dan peradaban dan secara alami menyatu satu sama lain.
"Kedua bangsa menikmati kesamaan sejarah dan ikatan emosional, dan kedua bangsa sangat ingin melakukan ziarah ke tempat-tempat suci di Irak dan Iran, dan jika kondisi keamanan mengizinkan, jutaan peziarah dapat berkunjung ke kedua negara setiap tahun."
Kepala Negara Iran tersebut mengemukakan delapan perjanjian kerjasama di sektor energi, minyak, transportasi, jalur kereta api, dan industri telah ditandatangani dalam kunjungan tersebut.
Presiden Ahmadinejad memimpin delegasi tingkat tinggi ke Irak selama dua hari, yang berakhir Senin (3/3). (kpl/dar)