"Saat ini, ada sebanyak 695 meter kubik sampah tidak terangkut ke TPAS yang masih menumpuk di tempat sampah. Padahal, kontrak kerja antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor soal pemanfaatan TPAS Galuga sudah akan berakhir pada Juni 2008. Kalau kondisi ini tidak segera diantisipasi, maka Bogor bisa menjadi lautan sampah," kata Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor, Jajat Sudrajat, di Bogor, Rabu.
Jajat meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang merupakan "leading sector" kebersihan agar segera membuat kesepakatan baru dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk perpanjangan kontrak kerja sama.
Hal itu disampaikan Jajat, ketika tiga anggota Komisi A, yakni Jajat Sudrajat, Nani Ratnawati, dan Rizal Bernadi melakukan kunjungan kerja ke kantor DLHK, pada Selasa (4/3).
Anggota Komisi A diterima oleh Kabid Pencegahan Dampak Lingkungan (PDL) Teti Heriasih dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Syaeful Bachri.
Dalam kesempatan tersebut, Syaeful Bahri menyatakan, DLHK sudah menghubungi Pemerintah Kabupaten Bogor dan sedang melakukan proses pembicaraan, untuk perpanjangan kontrak kerja sama.
Kekhawatiran Jajat, karena kontrak kerja sama pemanfaatan TPAS Galuga hanya tinggal dua bulan dua bulan lagi dan sudah akan berakhir pada Juni 2008. Padahal, ketika terjadi ketegangan antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor, soal trayek angkot yang memasuki terminal Bubulak dan terminal Laladon, sudah muncul ancaman dari Pemerintah Kabupaten Bogor, tidak akan memperpanjang kontrak kerja sama pemanfaatan TPAS Galuga.
Di sisi lain, kata dia, Pemerintah Kota Bogor belum memiliki TPAS. Meskipun, Pemerintah Kota Bogor sudah merencanakan akan membangun TPAS dan sudah mulai mengumpulkan dana, tapi rencana tersebut baru akan terealisasi pada 2011 mendatang.
Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Bogor segera memperpanjang kontrak kerja sama soal pemanfaatan TPAS Galuga, milik Pemerintah Kabupaten Bogor.
"Apalagi sampah di Kota Bogor yang tidak terangkut cukup banyak, sekitar 695 meter kubik per hari. Kalau sampai sampah di Kota Bogor tidak ada TPAS, maka Bogor bisa menjadi lautan sampah," katanya.
Sebelumnya, Walikota Bogor Diani Budiarto ketika menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) mengakui, belum mampu mengelola sampah secara maksimal, meskipun kebersihan menjadi salah satu dari empat program prioritas Pemerintah Kota Bogor sejak 2005.
Dikatakan Diani, volume sampah di Kota Bogor tahun 2007 rata-rata sekitar 2.210 meter kubik per hari. Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 1.515 meter kubik (69 persen) per hari yang terangkut. Selebihnya sebanyak 695 meter kubik (31 persen) per hari belum terangkut.
"Ada beberapa faktor yang menyebabkan belum maksimalnya pengangkutan sampah di Kota Bogor, seperti terbatasnya kendaraan operasional, sulitnya sejumlah lokasi pemukiman penduduk dijangkau oleh kendaraan pengangkut sampah, serta kesadaran masyarakat yang membuang sampah tidak di tempatnya," kata Diani Budiarto. (*/rsd)