< >

Wapres Iran Kunjungi Suriah

Kamis, 06 Maret 2008 16:58
Kapanlagi.com - Wakil I Presiden Iran Parviz Davoudi, yang sedang mengunjungi Suriah, Rabu, mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Suriah Mohammad Naji Ottri, dalam upaya mendorong hubungan bilateral di bidang ekonomi dan budaya, demikian laporan kantor berita resmi Suriah, SANA.

Selama pertemuan tersebut, kedua pihak mengkaji berbagai masalah dalam agenda sidang ke-10 Komite Tinggi Suriah-Iran dan mekanisme layak untuk mengaktifkan berbagai kesepakatan yang ditandatangani antara kedua negara itu, kata SANA.

Menurut laporan, Davoudi, yang tiba di Damaskus, Rabu siang untuk kunjungan resmi tiga-hari, juga direncanakan bertemu dengan Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan wakilnya Farouk Ash-Shara.

Jumlah total penanaman modal Iran di Suriah telah melampaui 1 miliar dolar AS pada 2007.

Pertukaran perdagangan bilateral juga mencapai 200 juta dolar AS pada 2007, US$180 juta di antaranya adalah ekspor Iran ke Suriah, kata beberapa sumber diplomatik Iran.

Pembicaraan Menlu

Sementara itu menteri luar negeri Iran dan Arab Saudi mengadakan pembicaraan di bandar udara Kairo, Mesir, Rabu, kata beberapa pejabat Mesir, dalam upaya yang ditujukan untuk menyelesaikan krisis politik di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Saud Al-Faisal belakangan mengatakan pembicaraan di ruang VIP yang sama di bandar udara tersebut dengan Wakil Melch --yang terbang dari Amman, Jordania.

Lebanon tak memiliki kepala negara sejak November akibat pergolakan kekuasaan.

Arab Saudi dan Amerika Serikat mendukung pemerintah Perdana Menteri Fouad Siniora, sedangkan Iran dan Suriah adalah sekutu kelompok oposisi Syiah, Hizbullah. Para diplomat Arab mengatakan kesepakatan Arab Saudi-Iran dapat menembus kebuntuan itu.

Para pejabat tersebut mengatakan Pangeran Saud dan Menlu Iran Manouchehr Mottaki membicarakan Lebanon, Irak dan wilayah Palestina, tapi tak memberi perincian lebih lanjut.

Pangeran itu sedang bersiap meninggalkan Mesir, setelah pertemuan tingkat menteri Liga Arab yang menegaskan kembali rencana Arab guna menyelesaikan krisis Lebanon.

Mottaki telah datang dari pertemuan PBB di Jenewa. Para pejabat senior Iran jarang mengunjungi Mesir, yang tak memiliki hubungan diplomatik dengan Teheran sejak tak lama setelah Revolusi Iran 1979.

Beberapa pejabat Mesir mengatakan Welch telah datang untuk melakukan kunjungan dua-hari guna membicarakan kerusuhan baru-baru ini antara Israel dan Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) di Jalur Gaza. (*/cax)