< >

Pejabat Militer AS Prihatin Jadwal Penarikan Pasukan dari Irak

Kamis, 06 Maret 2008 17:11
Kapanlagi.com - Seorang pejabat tinggi militer AS, Rabu, menyampaikan keprihatinan mengenai jadwal mandat penarikan pasukan dari Irak, namun berjanji akan mengikuti keputusan apa pun yang dibuat oleh presiden mendatang.

"Saya kira suatu penarikan diri secara tergesa-gesa, penarikan diri yang akan membuat kita berada dalam situasi di mana kita mengorbankan apa yang telah diperoleh di Irak, yaitu Irak akan terpecah belah. Itulah yang membuat saya sangat prihatin," kata Mike Mullen, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, dalam suatu konferensi pers di Pentagon.

Mullen mengatakan pihaknya akan menyampaikan usul kepada pemerintahan baru tahun depan tentang situasi di Irak, namun mengikuti keputusan presiden "siapa pun dia, presiden pria atau wanita".

Bakal calon presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama dan Hillary Clinton, keduanya telah berjanji untuk memulai fase penarikan pasukan dari Irak dalam 60 hari pertama setelah berada di tampuk kekuasaan.

Sementara kandidat dari Partai Republik John McCain menentang jadwal penarikan tersebut, dan telah merencanakan untuk mempertahankan pasukan AS di Irak hingga tahun depan.

Menyangkut skenario apakah seorang wanita atau seorang Afrika-Amerika yang akan memegang sebagai komandan tertinggi, Mullen mengatakan, "Militer AS telah siap menerima siapa pun presiden yang dipilih rakyat AS, dan militer akan mengikuti presiden itu, sebagaimana kita mematuhi setiap presiden yang telah ada selama ini." (*/cax)