Dalam satu resolusi yang disahkan oleh para menteri luar negeri, Dewan Liga Arab mengutuk serangan Israel baru-baru ini di Jalur Gaza sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap umat manusia.
Mereka menyatakan bahwa karena Israel tak menanggapi berbagai upaya perdamaian dan pengertian mengenai konferensi perdamaian Timur Tengah, yang ditaja AS di Annapolis, Maryland, pada November 2007, upaya lebih besar diperlukan guna mendorong proses perdamaian.
Resolusi itu menyerukan dilanjutkannya pembicaraan perdamaian Palestina-Israel, diakhirinya semua kegiatan permukiman Yahudi di wilayah pendudukan termasuk di Jerusalem Timur, dan dicapainya kesepakatan perdamaian luas bagi berdirinya negara Palestina paling lambat akhir tahun ini.
Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa mendesak pada pertemuan itu agar Dewan Keamanan (DK) PBB dan komite kuartet internasional mesti memikul tanggung jawab untuk memberi perlindungan bagi rakyat Palestina sejalan dengan Konvensi Internasional.
Kepala Liga Arab tersebut juga mendesak dihentikannya pendekatan standard ganda dalam menangani kasus Palestina, dan menyatakan bahwa serangan kriminal Israel di Jalur Gaza menunjukkan kebijakannya terhadap rakyat Palestina didasari atas pemusnahan dan pembersihan suku bangsa.
Itu dihadapi dengan keras, kata Moussa.
Kelompok Palestina bersenjata, Selasa, terus menembakkan roket rakitan ke dalam Israel selatan, sehari setelah Angkatan Darat Israel menarik tentara daratnya dari bagian utara Jalur Gaza.
Selasa malam, Angkatan Darat Israel juga melancarkan serangan baru ke bagian timur kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan, setelah militer Israel, Senin, menarik pasukan daratnya dari Jalur Gaza dan menyelesaikan serbuan lima-hari di daerah kantung Palestina sehingga menewaskan lebih dari 120 orang Palestina dan melukai ratusan orang lagi.
Dalam resolusi lain, Dewan Liga Arab menyampaikan kembali komitmen mereka bagi gagasan Arab guna menyelesaikan krisis politik saat ini di Lebanon, dan menyeru para pemimpin politik Lebanon agar menyelesaikan pemilihan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Michel Suleiman sebagai presiden negeri tersebut dan menyepakati bentuk kabinet mendatang sesegera mungkin.
Resolusi itu mendesak pemimpin Liga Arab agar melanjutkan upayanya untuk mendorong gagasan Lebanon guna menembus kebuntuan di negara yang sangat terpecah tersebut.
Pada 6 Januari, dunia Arab mensahkan di Kairo rencana tiga-pasal Arab, yang juga dikenal sebagai gagasan Arab, guna mendesak segera dipilihnya Jenderal Suleiman sebagai presiden baru Lebanon, sambil melanjutkan pembentukan pemerintah persatuan nasional dan penyusunan peraturan baru pemilihan umum.
Resolusi tersebut mendesak kelompok mayoritas yang berkuasa di Lebanon dan oposisi agar menanggapi upaya Moussa guna melaksanakan gagasan itu dan mencapai kesepakatan agar kemajuan dapat dibuat, selama pertemuan mereka di Beirut bulan lalu.
Kursi presiden Lebanon telah kosong sejak Presiden Emile Lahoud mengakhiri masa tugasnya pada 24 November 2007 dan parlemen Lebanon, yang terpecah, telah menunda pemilihan tersebut untuk ke-15 kali tanpa konsensus.
Damaskus telah dituduh "menghalangi pemilihan presiden di Lebanon" melalui sekutunya di blok oposisi di negeri tersebut, tuduhan yang telah berulang-kali dibantah oleh Suriah.
Menurut laporan, pertemuan puncak mendatang Arab ke-20 yang akan diselenggarakan di Damaskus pada 29-30 Maret mungkin ditunda karena sebagian negara Arab mengancam akan memboikot pertemuan tersebut jika Suriah tak memfasilitasi pemilihan Jenderal Suleiman sebagai Presiden Lebanon.
Ketika membicarakan masalah itu, Moussa mengatakan pada suatu taklimat setelah pertemuan Dewnan Liga Arab bahwa semua negara Arab akan diundang ke pertemuan puncak tersebut, tapi sebagian negara mungkin tak diwakili oleh pemimpin tapi utusan mereka.
Menteri Luar Negeri Suriah Walid Al-Mualem juga mengatakan kepada wartawan di Kairo, Selasa malam, Suriah akan mengirim undangan kepada Lebanon, dan menyatakan seorang utusan dapat dikirim ke pertemuan puncak Arab jika presiden baru Lebanon belum juga terpilih pada saat itu.
Arab Saudi juga akan diundang untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi tersebut, tambah Al-Muallem. (*/cax)