"Kami menyesalkan bahwa terjadi pelanggaran gencatan senjata di sepanjang jalur pemisah di Nagorno-Karabakh," kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tom Casey.
"Kami kira penting bahwa tak ada pelanggaran lebih lanjut," kata Casey. Ditambahkannya, kedua pihak perlu tampil dengan "penyelesaian diplomatik" bagi situasi tersebut.
Utusan AS Matt Bryza telah menyuarakan keprihatinannya kepada para pejabat di ibukota Azerbaijan, Baku, dan ia juga direncanakan mengunjungi Armenia, Kamis, kata Casey.
Menurut laporan media, Azerbaijan dan Armenia telah saling tuduh mengenai pemicu baku-tembak maut di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh sehingga menewaskan sebanyak 16 orang, dalam salah satu bentrokan paling mematikan dalam beberapa tahun belakangan. (*/cax)