Awalnya, ponsel yang disusupi virus Kiazha.A itu kehilangan semua pesan teks yang tersimpan. Kemudian pemilik diancam bahwa ponsel mereka akan tidak berfungsi bila mereka tidak membayar uang tebusan sebesar US$ 7 kepada si pembuat virus.
Sistem pembayarannya melalui situs QQ. Situs ini menyediakan jalur chatting dan juga memiliki mata uang virtual sendiri. Secara otomatis, pemilik ponsel akan didaftarkan pada QQ kemudian semua pesan pada ponsel akan dikirimkan kepada si pembuat virus. Hebatnya lagi, virus ini menghapus semua jejak yang ditinggalkannya.
Menurut Jimmy Shah dari McAfee, virus ini dibuat oleh orang yang sama sekali bukan programer. Ia hanya mengumpulkan beberapa virus yang kemudian disusun ulang untuk menghasilkan virus yang diinginkan. Diduga virus ini menyebar lewat aplikasi yang bisa didownload lewat internet.
Setelah serangan WinCE/InfoJack, serangan Kiazha.A ini adalah serangan kedua pada ponsel di China. Bila biasanya para pembuat virus membuat virus agar ia dikenal, maka yang ini untuk mengeruk keuntungan. (tech/roc)