"Sejumlah pejabat tinggi dan pengamat militer dari kedua wilayah akan bertemu untuk melakukan dialog konstruktif yang membahas masalah pertahanan dan keamanan," kata Kolonel Chen Xuehui, pejabat media Dialog China-ASEAN, kepada pers, di Beijing, Jumat (7/3).
Menurut dia, pelaksanaan dialog diadakan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Militer (AMS) Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) untuk menindaklanjuti usulan Perdana Menteri (PM) Wen Jiabao pada pertemuan tingkat tinggi ASEAN beberapa waktu lalu.
Tujuan dari dialog tersebut, katanya, merupakan upaya saling pertukaran dan kerja sama institut penelitian pertahanan China dan negara-negara anggota ASEAN, menggali lebih dalam upaya efektif dalam memperluas pembangunan regional yang saling percaya, serta membangun suatu wilayah Asia-Pasifik di masa mendatang untuk jangka panjang yang sejahtera.
"Di samping itu juga bertujuan mengupayakan memodernisasi militer China dan ASEAN, sebagai langkah implikasi membangun kepercayaan regional," kata Xuenhui yang menyebutkan bahwa tema dialog itu adalah "Modernisasi Militer dan Membangun Kepercayaan Regional".
Ia mengatakan dialog ini dinilai penting mengingat kerja sama militer antara kedua wilayah sudah berjalan cukup baik, sehingga perlu ditingkatkan dengan dasar saling menghormati dan menyejahterakan.
Dalam dialog nanti akan dibagi dalam empat sesi yang akan lain membahas mengenai tantangan dan lingkungan keamanan, modernisasi militer dan pembangunan militer regional yang di antaranya akan membahas akuisisi persenjataan dan perlengkapan, keseimbangan militer di Asia-Pasifik dan terutama sekali di Asia Timur.
Rencananya juga sejumlah pejabat pemerintahan atau pengamat militer akan menyampaikan sejumlah presentasi yang mengangkat topik konsep China dalam menciptakan harmonisasi wilayah Asia-Pasifik, strategi pertahanan militer PLA, serta sejarah dan masa depan kerjasama keamanan China dengan ASEAN. (kpl/dar)