Pertempuran besar terjadi di sepanjang perbatasan de facto wilayah Harimau Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) pada Rabu dan Kamis dan mengakibatkan 66 orang tewas, ungkap kementerian tersebut.
Kementerian itu mengatakan pasukan keamanan menduduki lokasi penting Harimau Tamil di distrik Mannar dalam dua hari terakhir.
Satu anggota parlemen yang pro-pemberontak Tamil serta sopirnya terbunuh dalam serangan bom di wilayah kekuasaan pemberontak, Kamis, menurut kementerian tersebut.
Pemberontak menuduh tentara pemerintah adalah pelaku serangan tersebut.
Kementerian pertahanan melaporkan bahwa sepanjang tahun ini pasukan pemerintah telah membunuh sedikit-dikitnya 1.901 pemberontak namun kehilangan 112 personelnya.
Angka yang dikemukakan pemerintah tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya karena Kolombo melarang wartawan dan kelompok-kelompok HAM berada di wilayah pertempuran.
Tiga anggota parlemen Srilanka tewas dibunuh pada tahun ini, salah satunya yang tewas pada hari Kamis tersebut.
Kekerasan terbaru itu terjadi seiring pemerintah Srilanka pada pekan ini dituduh sebagai dalang dari "hilangnya" ratusan orang.
Pemerintah menyatakan telah mendapatkan kemenangan dengan cara mengintensifkan pertempuran terhadap pemberontak .
Laporan Human Rights Watch yang berjudul "Mimpi buruk yang berulang : Tanggung jawab negara terhadap `Penghilangan` dan Penculikan di Srilanka" -- juga meminta PBB lebih ketat melakukan pemantauan.
Srilanka pernah menuduh para diplomat yang mempermasalahkan HAM sebagai "teroris" dan pendukung Harimau Tamil.
Kelompok pemberontak itu telah melakukan perlawanan selama beberapa dasawarsa guna memperoleh kemerdekaan bagi suku Tamil. (*/cax)