< >

Serbia Tarik Dubes dari Finlandia Setelah Adanya Pengakuan Kosovo

Sabtu, 08 Maret 2008 14:17
Kapanlagi.com - Beberapa jam setelah Finlandia mengakui Kosovo sebagai sebuah negara merdeka, Jumat, duta besar Serbia untuk negara Nordik itu menyatakan akan kembali ke Serbia sebagai protes.

Presiden Tarja Halonen menyetujui keputusan untuk membentuk hubungan diplomatik dengan Kosovo setelah rekomendasi yang diajukan pemerintah Perdana Menteri Matti Vanhanen.

Dalam surat kepada para pemimpin Kosovo setelah keputusan itu, Menteri Luar Negeri Ilkka Kanerva mengatakan, Finlandia menekankan kepada Kosovo pentingnya menghormati demokrasi, tatanan hukum, hak asasi manusia, dan hak-hak seluruh masyarakat, dan mendesak mereka menjalin hubungan baik dengan negara-negara tetangganya.

Serbia menarik para duta besarnya dari negara-negara lain yang mengakui Kosovo, termasuk Swedia, sebelumnya pada pekan ini.

Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt dijadwalkan mengunjungi Kosovo pada Sabtu untuk berunding dengan Perdana Menteri Hashim Thaci dan Presiden Fatmir Sejdiu di Pristina serta para pejabat dari misi PBB di Kosovo (UNMIK) dan Uni Eropa.

Kosovo yang didominasi orang Albania memproklamasikan kemerdekaan wilayah itu dari Serbia pada Minggu (17/2). Kemerdekaan tersebut didukung oleh AS dan sebagian besar negara Uni Eropa namun ditentang keras oleh Serbia dan Rusia.

Kosovo diperintah oleh misi PBB sejak pertengahan 1999, ketika bom-bom Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menghalau pasukan Serbia yang setia pada almarhum Presiden Slobodan Milosevic yang melakukan penumpasan brutal terhadap etnik Albania di Kosovo. (*/cax)