Dubes AS Karen Stuart menyatakan telah menerima perintah agar ia segera meninggalkan negara bekas republik Uni Sovyet itu.
Mikhail Khvostov, duta besar Belarusia untuk AS, juga akan pulang kembali ke negaranya untuk kurun waktu yang tidak terbatas, kata Andrei Popov, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Belarusia.
Pemerintah Belarusia mengambil keputusan untuk menghentikan hubungan diplomatik tingkat tinggi dengan AS karena saksi-sanksi yang diberlakukan Washington pada November terhadap perusahaan energi Belarusia, Belneftkhim, kata Popov.
AS melarang warganya melakukan bisnis dengan Belneftkhim, dan penerapan sanksi itu tidak hanya berlaku pada operasi perusahaan itu di Belarusia namun juga di cabang-cabangnya di Jerman, China dan tiga negara bekas republik Uni Sovyet.
Sanksi-sanksi itu, yang juga membekukan aset-aset perusahaan itu di AS, Belneftekhim USA, telah memukul kemampuan perusahaan tersebut untuk melakukan bisnis internasional dan mengembangkan kerja sama energi.
Belarusia hampir tidak memiliki cadangan energi sendiri dan sepenuhnya bergantung pada Rusia untuk minyak dan gas, yang harganya dinaikkan menjadi tiga kali lipat oleh Kremlin dalam dua tahun terakhir.
Para pejabat di Kementerian Luar Negeri AS pada Januari mengatakan, sanksi-sanksi itu akan tetap diberlakukan karena pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlangsung secara sistematis oleh pemerintah Belarusia terhadap anggota-anggota oposisi di negara itu.
Presiden Belarusia Aleksander Lukashenko memimpin Belarusia dengan bantuan kepolisian rahasia yang kuat. (*/cax)