Nara-sumber tersebut juga menyampaikan Mashaal yang pergerakannya mendiami wilayah Jalur Gaza sejak juni lalu akan bertemu dengan Presiden Yaman, Ali Abbdullah Saleh untuk membahas rencana Yaman yang akan mempertemukan pemimpin Hamas dengan pemimpin kelompok Fatah.
Saleh telah menawarkan diri untuk melakukan mediasi antara Hamas dengan Fatah, serta meminta Hamas untuk mengakahiri dominasi atas wilayah Jalur Gaza setelah berhasil membuat mundur pasukan yang loyal kepada faksi Fatah, dan Presiden Mahmoud Abbas.
Dominasi atas wilayah Gaza oleh Hamas telah menyebabkan Abbas membubarkan kabinet Hamas dan membentuk pemerintahan transisi di Tepi Barat.
Didalam rencana Yaman, kelompok Hamas akan mengembalikan situasi di Jalur Gaza kembali ke kondisi semula sebelum melakukan dialog dengan Fatah.
Abbas telah menyambut gagasan Yaman namun jajaran pimpinan hamas menyatakan tak akan mau menerima prasyarat untuk membuka dialog. (kpl/rit)