Keterangan dihimpun ANTARA dari lokasi kejadian, hingga Sabtu sore Tim SAR terus melakukan penyisiran dan pencarian korban Ahmad Noor yang diketahui tenggelam Sabtu siang sekitar pukul 12.30 Wita sekitar lokasi bawah jembatan Banua Anyar atau didekat museum Wasaka Banjarmasin.
Korban tenggelam ketika berusaha berenang bersama dua rekannya dengan maksud mendatangi tempat keberadaan ikan aneh hasil pancingan warga Banua Anyar.
Menurut penuturan dua teman korban yang selamat, awalnya mereka bertiga memancing ikan di atas kaki bangunan jembatan Banua Anyar, kemudian di depan Museum ada pula warga lain yang juga memancing ikan di Sungai Martapura tersebut.
Kemudian warga yang memancing di sekitar museum Wasaka mendapatkan seekor ikan besar, yang dinilai aneh karena seperti ikan sapu-sapu tetapi warnanya biru bahwa mata ikan itu juga biru, selain itu ikan tersebut berbadan besar dan panjang.
Karena dinilai aneh maka banyak orang yang ingin melihat ikan hasil pancingan warga di halaman Museum Wasaka, termasuk tiga orang pemuda termasuk korban Akmad Noor.
Tetapi karena tiga pemuda ini berada di kaki jembatan atau bangunan penahan tiang pancang, maka untuk dapat melihat ikan itu harus berenang dulu, akhirnya ketiga pemuda itu sepakat berenang dengan maksud ingin melihat ikan tersebut.
Ternyata dari tiga pemuda itu dua diantaranya sampai ketujuan, tetapi Ahmad Noor terbawa arus dan sempat minta tolong kepada teman-temannya.
Korban yang tidak dapat mengatasi arus deras sekitar kaki jembatan Banua Anyar itu akhirnya tenggelam di Sungai Martapura yang tengah pasang dan air keruh pekat.
Saat berenang itu,korban menggunakan baju kaos dengan celana panjang yang diperkairakan menghambat gerak kaki dan tubuh korban.
Kedua teman korban setelah tak mampu menyelamatkan korban akhirnya minta pertolongan masyarakat yang juga tidak dapat berbuat banyak.
Sungai Martapura yang mengaliri kawasan kota Banjarmasin seringkali memakan korban jiwa terutama pada saat pasang seperti pada tahun lalu beberapa remaja tewas tenggelam saat bermain perahu balon.
Pada perayaan HUT Proklamasi RI 17 Agustus 2007 juga terjadi kecelakaan perahu terbalik hingga menewaskan tiga orang dari rombongan warga yang bermaksud menyaksikan permainan dan lomba dari sungai. (kpl/rit)