Perempuan itu, dari gerakan sosial Via Campesina, memprotes pengesahan oleh Dewan Keamanan-Biologi Nasional bagi komersialisasi atas dua jenis jagung transgenik, yang diumumkan pada 12 Februari.
Menurut Monsanto, protes satu-setengah jam tersebut merusak bahan percobaan jagung transgenik yang ditanam di kotapraja Santa Cruz das Palmeiras, 244 kilometer dari ibukota Sao Paulo. Di lahan seluas 31 hektare, bibit kapas dan kedelai transgenik juga ditanam.
Dalam pernyataan pers, produsen kenamaan dunia tersebut mengutuk "tindakan yang tidak sah seperti itu", dan menegaskan bahwa protes tersebut bahkan tak menghormati "putusan pengadilan".
"Perusahaan percaya bahwa perbedaan pendapat baik ideologi maupun bukan harus disampaikan dengan cara sesuai hukum, dan bukan dengan cara menyerang perorangan dan harga pribadi", kata Monsanto.
Perusahaan itu menambahkan pemrotes meninggalkan pertanian sebelum polisi tiba. (kpl/rit)