Sistem pemilhan umum itu juga masih merupakan uji coba, dimana kelompok oposisi menuduh partai berkuasa Barisan Nasional yang multi ras itu melakukan kecurangan dan akan terus memantapkan posisinya setelah berkuasa selama lima dekade.
Barisan Nasional telah berkuasa semenjak Malysia memperoleh kemerdekaan dari penjajah Ingris pada tahun 1957, menghadapi pihak oposisi yang lemah dan secara ideologis terbagi-bagi.
Pemungutan suara dimulai pagi hari dan sekitar 8 ribu orang yang memiliki hak suara di seluruh wilayah negara yang berbentuk kerajaan itu akan menggunakan hak pilih mereka.
Barisan panjang terlihat terutama di negara bagian Penang yang diperkirakan akan merupakan wilayah pemilihan yang berlangsung sengit dimana pidato masa kampanye banyak menyinggung masalah ketegangan rasial serta tingginya biaya kehidupan.
Kampanye dari pihak oposisi selalu merik perhatian massa terutama dari etnik China dan keturunan India .
Perdana Menteri Abdullah Badawi sebelumnya mengingatkan agar massa bahwa keadaan dapat menjadi kacau dan tidak stabil apabila para pemilih meninggalkan Barisan Nasional.
Pada tahun 1969 Barisan Nasinal mengalami pukulan dengan anjlognya dukungan , terjadi kekcauan dimana sebanyak ratusan orang menjadi korban jiwa.
Kini parti itu memnduduki 90 persen dari kursi parlemen dan pengamat memperkirakan angka iyu kemungkinan akan menurun menjadi 80 persen di parlemen yang memiliki 178 atau dalam parlemen baru 222 kursi .
Anwar Ibrahinm yang partainya , Partai Keadilan Rakyat dilarang iku serta dalam pemilu kali ini memperkirakan oposisi akan memenangkan sepertiga kursi parlemen walaupun ia mengatakan tidak menutup kemungkinan kecurangan dapat terjadi.
Partai Islam se Malaysia mendominasi di negara bagian Kelantan , menghadapi kampanye besar-besaran dari Barisan Nasional yang berusaha merebut kembali dominasi PAS selama 18 tahun.
Hasil akhir penghitungan suara akan diperoleh pada Sabtu pukul 23:00 waktu setempat. (kpl/rit)